Bab4. Rukun Islam

Arti rukun. Rukun berarti tiang (zuil). Sebagaimana kita maklumi yang menjadi rukun Islam adalah:

  1. Persaksian/pengakuan (mengucapkan kalimah syahadat).
  2. Mendirikan sholat 5 waktu.
  3. Memberi zakat.
  4. Berpuasa bulan Romadhon.
  5. Pergi Haji ke Baittullah.

Kelimanya merupakan dasar, sendi Islam. Perumahan Islam bersandar, berdiri tegak atasnya. Jadi, kelimanya itu adalah tiang-tiang, hingga perumahan Islam itu tidak roboh. Karena itu, kelimanya disebut rukun (tiang) Islam. Marilah kita tinjau tiang-tiang Islam itu satu demi satu, agar kita dapat memperoleh gambaran dan pengertian mengapa persaksian (syahadat), sholat dan seterusnya itu dinamai rukun-rukun = tiang-tiang Islam.

D.1         PERSAKSIAN (SYAHADAT)

???????? ???? ??? ????? ?????? ???? ?????????? ????? ?????????? ???????? ????

Saya naik saksi (mengaku) bahwasanya tiada Tuhan selain Allah dan saya naik saksi bahwasanya Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Itulah yang disebut persaksian/pengakuan umat Islam, tiap orang Muslim, terdiri atas dua kalimah: pertama, pengakuan (syahadat) bahwa tak ada yang patut kita sembah selain Allah; kedua, bahwa Muhammad itu utusan atau pesuruh Allah. Pengakuan pertama dinamai juga syahadat tauhid, yang kedua syahadat rasul. Dengan mengucapkan dua kalimah syahadat, orang telah dianggap masuk Islam. Namun, akal yang sejahtera tentu memahami bahwa orang dengan sekedar mengucapkan kalimah syahadat itu saja Islamnya masih belum berisi atau hampa alias kosong. Pengakuan itu seharusnya mengandung pula pengertian bahwa kita dengan pengaturan itu (rukun Islam I) mewajibkan diri kita untuk menyambungnya, mengaitkannya dengan keempat rukun Islam lainnya itu, dan … mengamalkannya. Sebab, jangan lupa, bahwa kita kalau sudah masuk Islam dengan mengucapkan kalimah syahadat itu berarti kita menjadi anggota masyarakat Islam dengan segala adat, peraturan, hak-hak, dan kewajiban-kewajibannya.

SEDIKIT ANALISA

Coba kita membuat analisa sebentar. Dengan mengucapkan syahadat atau pengakuan itu, kita mengakui bahwa Allah adalah Tuhan kita satu-satunya dan Nabi Muhammad utusan Allah. Timbul pertanyaan: “Muhammad itu utusan Allah untuk apa?” Maka jawabnya: “Untuk menyampaikan kepada umat manusia sebagai hamba Allah, wahyu-wahyunya atau ajarannya, inklusif atau termasuk di dalamnya rukun-rukun Islam tersebut.” Dengan catatan bahwa rukun berarti tiang, yaitu sesuatu yang menunjang atau menegakkan. Kalau tiang Islam ini kita tinggalkan, Islam kita lalu tinggal apanya lagi? Dan bukankah dengan tak adanya tiang-tiang yang menegakkan itu perumahan Islam kita akan tumbang dan ambruk berantakan dengan mudahnya?

SYAHADAT SEJALAN DENGAN IMAN

Syahadat itu seharusnya sejalan atau panel, bahkan tak terpisahkan dengan iman. Bukankah aneh bin janggal kalau kita mengakui (syahadat) sesuatu (misalnya bahwa Bapak Anu adalah pemimpin kita), tetapi kita tidak percaya (iman) padanya atau pengakuan kita pengakuan yang palsu, hanya sebagai kedok saja alias munafiq.

Maka dari itu, belumlah cukup kalau syahadat atau pengakuan itu sekedar kita ucapkan dengan mulut saja (lip service). Kalimah syahadat hendaknya dan semestinya kita benarkan dan kuatkan dengan hati. Inilah yang disebut yakin atau iman. Dan untuk ini diperlukan pengertian tentang Dzat yang kita imani, dengan perkataan lain kita harus mengenal Tuhan dengan ilmu yang cukup.

MENGENAL TUHAN DENGAN ILMU YANG CUKUP

Dimuka telah diberikan keterangan beserta ayat-ayat Al-Qur’an mengenai sifat dan kekuasaan Tuhan. Sekarang dapat kita tambah lagi dengan ayat-ayat lainnya, namun kiranya lebih penting kalau kita meluaskan ilmu, bukan hanya menambah ayat-ayat melainkan juga mendalaminya dengan mempelajari penjelasan (interpretasi atau tafsir) dari ayat-ayat lain. Sekedar sebagai contoh, berikut ini interpretasi atau tafsir.

Satu interpretasi dari ayat 286 (pangkalnya saja) dalam surah al-Baqarah.

?w ß#Ïk=s3ã? ª!$# $²¡øÿtR ?wÎ) $ygyèó?ãr …

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Itulah ayat dalam bahasa aslinya beserta terjemahannya. Untuk mendalami arti yang tersirat dalam ayat ini diberikan interpretasi atau tafsir sebagai berikut:

Ayat ini menyatakan bahwa tak ada terdapat taklif yang memberatkan agama Islam, dan ini merupakan asas yang kedua dari agama Islam, yaitu menyedikitkan taklif dalam urusan perintah dan larangan.

Siapa saja yang memperhatikan Al-Qur’an, umpamanya, surah  al-Baqarah yang banyak mengandung hukum-hukum tentulah akan mengambil kesimpulan bahwa Al-Qur’an itu membawa banyak usul yang menetapkan beberapa banyak perintah dan larangan yang ditetapkan bagi seluruh manusia supaya dinaungi keselamatan dan kebahagian selama hayat dan kemudian sesudah  matinya. Perintah-perintah dan larangan itu merupakan apa yang dinamakan furu’ asy-syari’ah, cabang-cabang syari’at. Furu’ asy-syari’ah ini sungguhpun banyak, tetapi tidak sebarapa banyaknya jika dibandingkan undang-undang yang dibuat manusia untuk manusia. Jika diselidiki dalam furu’ asy-syari’ah sekalian, tak terdapat hal-hal yang memayahkan atau menyempitkan, karena memang asas Islam yang kedua ialah menyedikitkan taklif, sedang asas pertama ialah menghilangkan kepicikan, sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an di beberapa tempat a.l.

… $tBur ?@yèy_ ö/ä3ø?n=tæ ?Îû ÈûïÏd?9$# ô`ÏB 8ltym ….

… dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. … (Al-Hajj, 22: 78)

ß??̍ã? ª!$# br& y#Ïeÿs?ä? öNä3Ytã 4 t,Î=äzur ß`»|¡RM}$# $Zÿ?Ïè|Ê

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (An-Nisa’, 4: 28)

… ß??̍ã? ª!$# ãNà6Î/ tó¡ã?ø9$# ?wur ß??̍ã? ãNà6Î/ u?ô£ãèø9$# …

… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…. (Al-Baqarah, 2: 185)

Dalam hadis-hadis Nabi pun banyak keterangan yang menyatakan perinsip memudahkan dan melapangkan itu:

???????? ???????????????? ???????????

Dibangkitkan aku dengan agama yang lapang. Riwayat Jabir r.a.)

??? ????????? ?????? ?????????? ?????? ????????? ????????????? ??? ???? ?????? ???????

Tidak dipilihkan kepadaku antara dua pekerjaan, melainkan kupilih yang semudah-mudahnya, selama tidak dosa.

Karena itulah usul agama Islam yang mengatakan tidak berarti memberati seseorang melainkan sekuasanya, (ayat di atas yang sedang ditafsirkan ini) telah dijadikan para ulama fuqoha menjadi satu asas (pokok) yang terpenting bagi hukum-hukum di dalam agama Islam.

Sesungguhpun demikian janganlah orang menyangka bahwa segala apa yang di bawa syariat agama Islam semuanya serba ringan dan dengan mudah saja dapat dikerjakan, karena tidak akan tercapai kebahagiaan dan kemenangan hidup dan mati dengan bermudah-mudah saja. Adapun arti ”tidak memberati Allah dst.” itu ialah: Allah tidak memberati seseorang, melainkan dengan perintah yang disanggupi orang itu dalarn mengerjakannya. Kalau perintah atau larangan syariat itu dibandingkan dengan kekuatan atau tenaga manusia, niscaya tampaklah sekalian organisasi yang dibuat syariat itu masih di bawah kekuatan dan kesanggupan manusia. Menurut tafsir Al-Manar, ma’na ayat tadi: “Sunnah Allah Ta’ala rnenetapkan dalam mendatangkan syariat agama Islam tidak memberati hamba-hambanya dengan sesuatu yang tidak dikuasai mereka. (Lih. Tafsir Al-Qur’anul Karim karangan Z.A. Abbas cs dalam juz III hal 223/24)

Dengan mempelajari ayat-ayat Al-Qur’an melalui tafsir seperti contoh di atas pengertian kita tentang ayat-ayat itu menjadi luas dan dengan cara demikian kita akan lebih mantap memahami dan mengenal Tuhan beserta ajaran-ajarannya. Hingga pengakuan (syahadat kita bukan sekedar ucapan di bibir alias lip service belaka). Akhirnya baiklah kita renungkan apa yang tersurat dan tersirat dalam ayat-ayat berikut ini.

?cÎ) ?Îû È,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö?F{$#ur É#»n=ÏF÷z$#ur È@ø?©9$# Í?$pk¨]9$#ur ;M»t?Uy ?Í<’rT[{ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÉÈ tûïÏ%©!$# tbrãä.õ?t? ©!$# $VJ»u?Ï% #Y?qãèè%ur 4?n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbr㍤6xÿtGt?ur ?Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚö?F{$#ur $uZ­/u? $tB |Mø)n=yz #x?»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß? $oYÉ)sù z>#x?tã Í?$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.  (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran, 3: 190-191)

Jika memang kita suka memikir-mikirkan, tidak boleh tidak tentu kita akan takjub, apalagi tentang kejadian bumi dan langit yang begitu besar, luas, tak terbatas, kita tak ’kan takjub atas kemahakuasaan Tuhan, sedangkan dalam benda yang kecil sederhanapun sebenarnya tersimpan rahasia Maha Pencipta. Coba perhatikan buah kelapa, tampak biasa dan sederhana saja, bukan? Di luar sekali kulit tipis, dan serat yang rapat, di bawah itu serabut, di bawahnya lagi tempurung yang keras, sedang di dalam tempurung ada daging putih beserta benih yang lemah. Namun betapapun lemahnya benih itu menyimpan di dalamnya suatu tenaga yang sungguh hebat. Bukankah si lemah itu hari-kehari berjuang dengan gigihnya. Hingga akhirnya mampu menerobos tempurung, menyibak selaput dan membelah kulit luar. Meninggalkan ruang sempit dan gelap untuk mencapai alam terang benderang, luas bebas, guna melanjutkan tugasnya? Apakah ini bukan merupakan:

;M»t?Uy ?Í<'rT[{ É=»t6ø9F{$#

Keterangan (tentang kekuasaan Illahi) bagi orang orang yang berakal (dan mempergunakan akalnya itu?

Coba perhatikan pula cacing tanah! Sejenis mahkluk yang tampak sederhana, lemah dan hina, tanpa ujung pangkal, namun berkat tugas yang dibebankan Tuhan kepadanya si lemah hina ini menjalankan fungsi yang begitu penting yakni sebagai ”ahli kimia tanah” hingga sedikit saja yang dapat menandinginya. Coba bayangkan dedaunan di permukaan bumi diangkutnya ke dalam tanah, di mana bakteri melakukan tugasnya pada dedaunan itu, sedangkan tanah murni di bawah, yang kaya dengan mineral di angkatnya ke atas, hingga tanaman tanaman dapat memanfaatkannya.

Kalau tiap ekor cacing, menurut penyelidikan, tiap tahun dapat menghasilkan humus ± ½ pon (pound) dan dalam tiap acre tanah terdapat ± 50.000 ekor cacing, maka dapatlah kita hitung, bahwa mahluk-mahluk lemah hina yang diberi nama cacing tanah itu memprodusir tak kurang dari 12 ton tanah subur dalam tiap acre tanah perladangan setiap tahun (Reader’s Digest sept 68 ). Bukankah ini merupakan juga

;M»t?Uy ?Í<'rT[{ É=»t6ø9F{$#

Keterangan (tentang kekuasaan Illahi) bagi orang orang yang berakal (dan mempergunakan akalnya itu?

SYAHADATUTAUHID SYAHADATURROSUL

Mudah-mudahan keterangan di atas syahadat atau pengakuan kita, terutama bagian pertama yakni syahadatutauhid

???????? ???? ??? ????? ?????? ????

menjadi lebih mantap lebih meresap ke dalam kalbu dan tiada berhenti sampai di bibir saja, hampa tanpa arti.

Syahadatutauhid itu diiringi syahadaturrosul

???????? ????? ?????????? ???????? ????

Ini logis, sebab kita manusia tidak dapat masing-masing, seorang demi seorang menerima wahyu/ajaran Illahi secara langsung dari padanya. Wahyu wahyu itu hanya diturunkan kepada manusia-manusia pilihan yaitu para Nabi dan rasul. Dan wahyu-wahyu Tuhan terakhir yang merupakan ajaran atau agama Allah yakni Agama Islam diturunkannya kepada Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib sebagai Nabi penutup untuk disampaikan kepada umat manusia:

$¨B tb%x. î?£JptèC !$t/r& 7?tnr& `ÏiB öNä3Ï9%y`Íh? `Å3»s9ur tAqß?§? «!$# zOs?$yzur z`¿Íh?Î;¨Y9$# 3 tb%x.ur ª!$# Èe@ä3Î/ >äóÓx« $VJ?Î=tã

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-Nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Al-Ahzab, 33: 40)

!$tBur y7»oYù=y?ö?r& ?wÎ) Zp©ù!$?2 Ĩ$¨Y=Ïj9 #Z?Ï±o0 #\?É?tRur £`Å3»s9ur u?sYò2r& Ĩ$¨Z9$# ?w ?cqßJn=ôèt?

Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. (Saba’, 34: 28)

Maka dari itu bagi orang yang mengaku beragama Islam belumlah cukup dengan pengakuan (syahadat) bahwa tak ada Tuhan selain Allah, tapi mutlak pula pengakuan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Namun ini tidak berarti pemujaan terhadap Muhammad, sebagaimana halnya umat Kristen memuja, mempertuhankan Isa Almasih as. Kita wajib thaat dan menghormat junjungan kita Nabi Muhammad saw tetapi jangan berlebih-lebihan sampai melampaui batas.

THAAT KEPADA NABI BUKAN MEMUJANYA:

Ingat akan peristiwa wafatnya Nabi saw. Banyak orang sampai pun Umar Ibnu Chathab waktu itu tak percaya bahwa Nabi wafat. Bagaimana bisa Nabi wafat! Maka Abu Bakar memperingatkan mereka: “Siapa menyembah Muhammad, maka sekarang, Muhammad telah mati, siapa menyembah Allah, maka Allah hidup selama lamanya. Kemudian dibacakannya ayat 144 surah Ali Imran:

$tBur î?£JptèC ?wÎ) ×Aqß?u? ô?s% ôMn=yz `ÏB Ï&Î#ö7s% ã@ß??9$# 4 û'ïÎ*sùr& |N$¨B ÷rr& ?@ÏFè% ÷Läêö6n=s)R$# #?n?tã öNä3Î6»s)ôãr& 4 `tBur ó=Î=s)Zt? 4?n?tã Ïmø?t6É)tã `n=sù §?ÛØt? ©!$# $\«ø?x© 3 ?Ì?ôfu?y?ur ª!$# tûï̍Å6»¤±9$#

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

AMALAN MENURUT CONTOH NABI

Agama yang benar bukannya soal angan angan atau hayalan, bukan pula produk akal atau filosopi, melainkan soal kepercayaan, keyakinan atau iman, bagi kita terutama umat Islam iman kepada Allah, Al-Qur’an, dan Rasul Muhammad SAW. Telah diterangkan di muka bahwa Iman adalah ilmu dan amal. Maka wajarlah kalau pengamalan ajaran2 agama kita itu harus sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Nabi saw, terutama yang mengenai ibadah. Tuhan berfirman:

... !$tBur ãNä39s?#uä ãAqß?§9$# çnrä?ã?sù $tBur öNä39pktX çm÷Ytã (#qßgtFR$$sù ...

... Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.... (al-Hasjr, 59: 7)

ö@è% bÎ) óOçFZä. tbq?7Åsè? ©!$# ?ÏRqãèÎ7¨?$$sù ãNä3ö7Î6ósã? ª!$# ...

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi... (Ali Imran, 3: 31)

ô?s)©9 tb%x. öNä3s9 ?Îû ÉAqß?u? «!$# îouqó?é& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_öt? ©!$# tPöqu?ø9$#ur tÅzFy$# tx.s?ur ©!$# #Z?ÏVx.

Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab, 33: 21)

Ayat ayat di atas hendaknya kita perhatikan benar benar karena di jaman kita sekarang ini, sungguhpun disebut jaman kemajuan, jaman modern, jaman atom, jaman tehnologi, dan entah nama apalagi, namun di bidang ideologi, kepercayaan, faham, banyak orang yang menyimpang dan yang asli, dan hanya meniru niru saja perbuatan perbuatan fihak lain, mengikut-ikut saja orang yang memproklamirkan dirinya sebagai guru, orang suci, bahkan Nabi baru dengan ajaran baru, cara beribadah model baru. Yang terutama bagi umat Islam jauh menyeleweng dari ajaran Illahi, sebagaimana tercakup dalam Al-Qur’an dan Hadis. Padahal menurut ayat ayat di atas tadi umat Islam harus mengikuti apa yang dibawa Nabi dan meninggalkan apa yang dilarangnya.

KALAU MENJALANI SURUH NABI :

Dengan konsekwensi sebagimana disebut dalam ayat berikut:

Í?x?ósu?ù=sù tûïÏ%©!$# tbqàÿÏ9$s?ä? ô`tã ÿ¾Ín͐öDr& br& öNåkz:?ÅÁè? îpuZ÷FÏù ÷rr& öNåkz:ÅÁã? ë>#x?tã íO?Ï9r&

... Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (An-Nur, 24: 63)

Nabipun bersabda:

???? ???????? ??? ????????? ????? ??? ?????? ?????? ?????? ????? (???? ???? )

Barang siapa mengada-adakan pada pekerjaan kami ini (agama)  yang tidak dari padanya (menyalahinya) maka ia tertolak (tidak diterima oleh tuhan).

Dalam hubungan ini perlu pula kita perhatikan sabda Nabi:

???? ??????? ?????????? ??????????? ??????????????? ?????????? ???? ????????

Barang siapa mentafsirkan Al-Qur’an dengan pikirannya (semata) hendaklah ia menetapkan kedudukannya di neraka.

WESTERNISME MODERNISME

Pemantapan syahadat atau mengucapkan pengakuan dengan penuh keyakinan dan iman dengan jalan mempelajari sepenuh hati ayat ayat Al-Qur’an dan Hadis sungguh penting dan perlu, lebih2 mengingat meluasnya peradaban Barat (westernism) yang telah menjelma menjadi modernism seluruh dunia sebagimana telah dinyatakan Wilfred C Smith dalam bukunya, Islam in Modern History hal 299 a.l. sebagai berikut:

“Much of the westernism against which some Muslims used to protest is ceasing to be distinctively western and is becoming simply a world wide modernism in which for good or iil Muslims are involved.” (Banyak hal dari peradaban Barat yang biasanya ditentang oleh orang orang Islam, bukan lagi bersifat khusus Barat melainkan telah meluas menjadi modernisme seluruh dunia di mana Islam umatnya terlibat secara menguntungkan ataupun merugikan).

Dan lebih dari yang demikian ini kaum penjajah mempergunakan kesempatan untuk mempertahankan jajahannya dengan jalan memberikan pendidikan ala Barat kepada anak jajahannya itu. Sebab dengan pendidikan ini mereka akan dapat melemahkan, bahkan menghancurkan pengaruh Islam, kepada rakyat jajahannya, terutama para pemimpin, sebagaimana dikemukakan seorang penulis dalam bukunya, The Crescent and The Rising Sun, a.l.

In the final analysis, Western education was the surest means of reducing and ultimately defecating the influence of Islam in Indonesia.” Di halaman dapat kita baca: “ … as long as Indonesian specially their leaders remained Muslims, the colonial relation ship could not give way to lasting bond between Indonesia and the Nederland.” (Pada akhir berbagai pertimbangan dapatlah disimpulkan, bahwa pendidikan Barat adalah usaha yang paling memberikan kepastian untuk mengurangi, dan pada akhirnya menghancurkan pengaruh Islam di Indonesia. Selama orang Indonesia terutama para pemimpin mereka, masih tetap orang orang yang beragama Islam maka hubungan penjajahan tidak mendapat jalan untuk adanya pertalian yang kekal antara Indonesia dan Nederlend.”

Mengenai modernism ini LEOPOLD WEISS (yang kemudian berganti nama menjadi MOHAMMAD ASAD setelah masuk Islam menulis dalam kitabnya, Islam at The Cross Roads, a.l. “Barat modern telah MENINGGALKAN segala pemikiran pemikiran, dan pertimbangan2 KEROHANIAN ... Peradaban Barat modern tidak mengakui perlunya penyerahan manusia kepada apapun kecuali tuntutan EKONOMIS, SOSIAL DAN KEBANGSAAN. Dewanya sebenarnya bukanlah kebahagiaan SPIRITUIL melainkan KESENANGAN (Comfort ).”

Terhadap cara hidup serba comfort tanpa nilai2 rohaniah ini Tuhan telah memperingatkan dengan firmannya:

!$tBur OçFÏ?ré& `ÏiB &äóÓx« ßì»tFyJsù Ío4qu?ysø9$# $u?÷R??9$# $ygçGt^?Î?ur 4 $tBur y?YÏã «!$# ×?öyz #?s+ö/r&ur 4 ?xsùr& tbqè=É)÷ès?

Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? (Al-Qashash, 28: 60)

SYAHADAT SEBAGAI TAKTIK:

Mengingat peradaban Barat modern yang meninggalkan nilai-nilai rohaniah maka tidaklah mengherankan kalau tampak sekali terhadap tak adanya perhatian pada agama. Dalam kehidupan masyarakat Barat modern itu, juga rupanya sangat dipengaruhi oleh peri hidup serba comfort dan melanggar terhadap agama dalam sebagian masyarakat kita. Dengan berbagai eksesnya a.l. menggunakan AGAMA sebagai PAKAIAN, Kalau perlu dipakai kalau tidak ditanggalkan, bahkan dimana perlu ditukar dengan yang lain Yang kemudian dengan mudah pula ditanggalkan ataupun diganti, misalnya untuk keperluan perkawinan. Sicalon suami tidak segan-segan mengucapkan kalimat syahadat, sekalipun ia bukan Muslim (dalam batinnya tidak akan masuk Islam), semata-mata dengan maksud agar dapat kawin dengan si dia yang beragama Islam dan sebenarnya juga hanya “Islam statistik” saja. Dengan demikian jelaslah bahwa mengucapkan syahadat semacam itu hanya sebagai taktik “perjoangan” yang paling murah. Anehnya si mertua merasa cukup/puas dengan sahnya perkawinan macam itu. Tetapi sebenarnya tidak aneh, sebab mertua pun juga hanya ”Islam warisan”  saja telah menjadi korban pengaruh Barat modern serba comfort. ternyata si menantu yang munafik itu adalah berpangkat berkedudukan baik. Mereka tidak sampai kepada pemikiran bahwa maksud perkawinan dalam Islam ialah membentuk kehidupan berkeluarga yang bahagia dalam arti selamat di dunia dan akhirat berdasarkan agama Illahi.

PEDOMAN BAGI PERKAWINAN:

?wur (#qßsÅ3Zs? ÏM»x.Î?ô³ßJø9$# 4Ó®Lym £`ÏB÷sã? 4 ×ptBV{ur îpoYÏB÷s?B ×?öyz `ÏiB 7px.Î?ô³?B öqs9ur öNä3÷Gt6yfôãr& 3 ?wur (#qßsÅ3Zè? tûüÏ.Î?ô³ßJø9$# 4Ó®Lym (#qãZÏB÷sã? 4 Ó?ö7yès9ur í`ÏB÷s?B ×?öyz `ÏiB 78Î?ô³?B öqs9ur öNä3t6yfôãr& 3 y7Í´¯»s9'ré& tbqããô?t? ?n<Î) Í?$¨Z9$# ( ª!$#ur (#þqããô?t? ?n<Î) Ïp¨Yyfø9$# ÍotÏÿøóyJø9$#ur ¾ÏmÏRø?Î*Î/ ( ßûÎiüt7ã?ur ¾ÏmÏG»t?#uä Ĩ$¨Y=Ï9 öNßg¯=yès9 tbr㍩.x?tGt? ÇËËÊÈ

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (Al-Baqarah, 2: 221)

Tentang mengawini perempuan ini Rasulullah bersabda:

???????? ??????????? ????????? ?????????? ????????????? ?????????????? ???????????? ????????? ??????? ???????? ???????? ??????? (???? ????)

Wanita itu dikawini karena 4 perkara: karena hartanya karena kemuliaannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka nikahilah yang karena agamanya. Mudah-mudahan beruntunglah kedua tangan engkau.

Selanjutnya mengenai perkawinan wanita Islam dengan laki-laki musyrik Tuhan berfirman:

?wur (#qßsÅ3Zs? ÏM»x.Î?ô³ßJø9$# 4Ó®Lym £`ÏB÷sã? 4 ×ptBV{ur îpoYÏB÷s?B ×?öyz `ÏiB 7px.Î?ô³?B öqs9ur öNä3÷Gt6yfôãr& 3 ... (?????? 221)

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu... (Al-Baqarah, 2: 221)

Dengan apa yang tersebut di atas jelas, bahwa perkawinan antara orang Islam (mukmin) dan orang syrik DILARANG agama, tak pandang pria Islam dan wanita syrik, ataupun wanita Islam dengan pria musyrik.

Sekarang bagaimana halnya dengan perkawinan antara orang Islam dengan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani)?

Dalam hal perkawinan wanita Islam dengan laki laki dan ahli kitab hukumnya terlarang juga, yakni menurut IJMA’ SEKALIAN ULAMA’ berdasarkan nash sunnah; lihat Tafsir Al-Qur’anul Karim susunan Z.A Abbas Cs juz hal).

Sedangkan perkawinan pria Islam dengan perempuan Nashrani atau Yahudi DIBOLEHKAN berdasarkan nas Al-Qur’an:

... àM»oY|ÁósçRùQ$#ur z`ÏB ÏM»oYÏB÷sßJø9$# àM»oY|ÁósçRùQ$#ur z`ÏB tûïÏ%©!$# (#qè?ré& |=»tGÅ3ø9$# `ÏB öNä3Î=ö6s% !#s?Î) £`èdqßJçF÷s?#uä £`èdu?qã_é& tûüÏYÅÁøtèC u?öxî tûüÅsÏÿ»|¡ãB ?wur ü?É?Ï?­GãB 5b#y?÷{r& 3 ...

(dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. (Al-Ma’idah, 5: 5)

Mengenai hal yang ke empat ini sebelum kita melangkah memilih wanita yahudi/nashrani sebaiknya kita memperhatikan

  • Hadis Nabi diatas tadi dengan titik berat kepada agama (maka nikahilah ia karena agamanya).
  • Ayat ayat AL QUR’AN berikut ini

ÏMs9$s%ur ß?qßgu?ø9$# í÷?t?ãã ßûøó$# «!$# ÏMs9$s%ur ?t»|Á¨Y9$# ßx?Å¡yJø9$# ÚÆö/$# «!$# ( ?Ï9ºs? Oßgä9öqs% óOÎgÏdºuqøùr'Î/ ( ?cqä«Îg»?Òã? tAöqs% tûïÏ%©!$# (#rãxÿ?2 `ÏB ã@ö6s% ...

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. (Al-Bara’ah/at-Taubah, 9: 30)

... !$tBur (#ÿrãÏBé& ?wÎ) (#ÿrß?ç6÷èu?Ï9 $Yg»s9Î) #Y?Ïmºur ( Hw tm»s9Î) ?wÎ) uqèd 4 ¼çmoY»ysö7ß? $£Jtã ?cqà2̍ô±ç?

... padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Al-Bara’ah/at-Taubah, 9: 31)

?crß??̍ã? br& (#qä«ÏÿôÜã? u?qçR «!$# óOÎgÏdºuqøùr'Î/ ?p1ù't?ur ª!$# HwÎ) br& ¢OÏFã? ¼çnu?qçR öqs9ur on̍?2 ?crãÏÿ»s3ø9$#

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (Al-Bara’ah/at-Taubah, 9: 32)

`s9ur 4ÓyÌös? y7Ytã ß?qåku?ø9$# ?wur 3?t»|Á¨Y9$# 4Ó®Lym yìÎ6®Ks? öNåktJ¯=ÏB 3 ö@è% ?cÎ) ?y?èd «!$# uqèd 3?y?çlù;$# ...

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". (Al-Baqarah, 2 : 120 ).

Kalau keterangan diatas di perhatikan dengan kemungkinan-kemungkinan yang dapat timbul dari padanya, dari perbedaan keyakinan dsb terserahlah!

APAKAH SYAHADAT MENJAMIN SURGA?

Sebagai penutup bab syahadat ini ada beberapa hadis yang menunjukkan bahwa orang masuk surga dengan mengucapkan kalimat syahadat, dalam hal ini pendapat ulama’ berbeda-beda. Menurut Asy Syaukani: “Seluruh ulama’ baik dari golongan Asy’ariyah, dan golongan Maturidiah maupun dari golongan Mu’tazilah sama berpendapat bahwa hadist hadist tadi harus dikaitkan dengan ketentuan, asal TIDAK MENCEDERAI tugas tugas agama yang DIWAJIBKAN ALLAH dan tidak pula mengerjakan SUATU DOSA BESAR yang tidak di TAUBATI. Semua mereka berpendapat bahwa semata mata mengucapkan dua kalimah syahadat tidak memastikan masuk surga. Namun mereka berselisih faham tentang kekalnya dineraka bagi orang yg mengucapkan dua kalimah syahadat, sedang ia mengerjakan suatu dosa besar yang tidak di taubati (AL-AHKAM 11/256).

Mudah mudahan uraian diatas dapat kiranya menambah mantapnya pengakuan (syahadat) kita. Lebih lebih mengingat syahadat itu kita ucapkan tiap pagi, siang, petang dan malam berulang kali. Yakni diwaktu menghadap tuhan dalam solat.

D.2        MENDIRIKAN SHOLAT

Rukun atau tiang Islam yang kedua ialah mandirikan sholat, lasimnya kita katakan bersembahyang, Dalam kitab ”PENGANTAR“ ini saya menggunakan istilah2: sholat, melakukan atau mendirikan sholat. Maksud saya tak lain hanya menunjuk kepada sembahyang yang dimaksud dalam Qur’an dan diajarkan serta di peraktikan Nabi SAW guna diamalkan pengikut dan umatnya. (keterangan lebi lanjut tentang ini menyusul).

SEMBAHYANG DALAM TIAP AGAMA :

Sebenarnya kita semua telah tahu, setidak-tidaknya mendengar, bahwa agama kita mewajibkan kita untuk mengerjakan sholat 5 waktu, Bahkan orang diluar Islam pun mengetahuinya. Memang sembahyang itu dalam tiap agama tentu aa, sekalipun cara mengerjakannya berbeda-beda, tak pan - iang dalam agama2 langit ataupun dalan agama agama kebudayaan. Dan dianggap sesuatu yang sangat penting. Sampai-sampai seorang dokter ELMER HESS, bekas presiden American Medical Association seorang sarjana kedokteran, jadi bukan ahli agama, mengatakan : ‘Prayer is the shill small voice inside the human being that raises him above the aniSembahyang adalah bisikan dalam din manusia yang mengangkat di diatas derajat binatang). Sedangkan Dr. A - Carrel ahli ilmu jiwa, mengatakan Prayer like radium, is source of a luminous self generaling energy (Sembahyang itu seperti radium, merupakan suatu sumber tenaga yang menerbitkan sinar sendiri ).

KEDUDUKAN SHOLAT DALAM ISLAM :

Dalam Islampun sembahyang atau sholat, sangat penting, bahkan penting sekali ternyata dan a.l. sabda Nabi SAW :

?????????? ??????? ????????? ?????? ????????? ?????? ?????? ?????????

  1. Sholat itu tiang agama; maka barang siapa meninggalkannya sebenarnya ia telah meruntuhkan agama.
  2. Lagi pula perintah sholat, berbeda dengan perintah-perintah lainnya, tidak diterima Nabi dengan perantaraan JIBRIL, tetapi langsung dan Tuhan diwaktu Mi’raj. Tentunya perintah yang demikian ini mempunyai arti yang istimewa. Namun begitu banyak, terlalu banyak diantara umat Islam yang TIDAK MEMPERHATIKAN perintah ”ISTIMEWA” ini. Mengapa demikian? Tentu tiap orang mengemukakan alasannya sendiri2. Memang manusia itu sebagai mahluk lemah dapat saja membuat kesalahan2 besar maupun kecil karena lupa, lengah, tidak tahu, namun kesalahan2 dan pelanggaran2 itu kerapkali dilakukannya juga karena kepintarannya, kepandaian atau kecerdasan otak TAMPA diimbangi budi atau moral. Menurut psycologi perkembangan otak tidak mesti berjalan paralel dengan perkembangan akhlak. Dengan kepintaran otaknya itu manusia mampu mengaka-akali, hingga sesuatu yang baik dianggap tak bernilai atau buruk. Suatu perintah untuk kebaikan dianggap sepi, dilanggar dan dibantah; sebaliknya suatu penyelewengan dianggap wajar, malahan dinilai baik. Akan tetapi kepintaran semata belum berarti AKAL SEHAT SEJAHTERA, maka dari itu marilah kita pergunakan AKAL SEHAT kita yakni pikiran yang jernih, perasaan halus dan hati terbuka bagi NUR CAHAYA IMAN didalam menilai perintah sholat, berdasarkan keterangan dan dalih yang otentik, seperti tersebut pada huruf(a) dan (b) diatas tadi, beserta keterangan2 berikut ini:

#s?Î*sù ÞOçFø??Òs% no4qn=¢Á9$# (#rãà2ø?$$sù ©!$# $VJ»u?Ï% #Y?qãèè%ur 4?n?tãur öNà6Î/qãZã_ 4 #s?Î*sù öNçGYtRù'yJôÛ$# (#qßJ?Ï%r'sù no4qn=¢Á9$# 4 ¨bÎ) no4qn=¢Á9$# ôMtR%x. ?n?tã ?úüÏZÏB÷sßJø9$# $Y7»tFÏ. $Y?qè%öq¨B ÇÊÉÌÈ

  1. c. Sesungguhnya Sholat Itu Diwajibkan Bagi Semua Orang Yg Beriman, Secara Berwaktu-Waktu (Pada Waktu Yang Terttentu ) (S. An Nisa’ 103)

ã@ø?$# !$tB zÓÇrré& y7ø?s9Î) ?ÆÏB É=»tGÅ3ø9$# ÉOÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# ( ?cÎ) no4qn=¢Á9$# 4?sS÷Zs? ÇÆtã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍s3ZßJø9$#ur 3 ãø.Ï%s!ur «!$# ç?t9ò2r& 3 ª!$#ur ÞOn=÷èt? $tB tbqãèoYóÁs? ÇÍÎÈ

  1. Bacakanlah Ya Muhammad Barang Apa Yang Diwahyukan Kepada Engkau Dari Kitab Ini, Dan Dirikanlah Sholat. Sesungguhnya Sholat Itu Mencegah Orang Berbuat Keji Dan Munkar. (S. Al Ankabut 45)

(#qÝàÏÿ»ym ?n?tã ÏNºuqn=¢Á9$# Ío4qn=¢Á9$#ur 4?sÜó?âqø9$# (#qãBqè%ur ¬! tûüÏFÏY»s% ÇËÌÑÈ

  1. Peliharalah Balk Balk SEMUA SHOLAT DAN SHOLAT WUSTHO DAN BERDIRILAH KARENA ALLAH DENGAN CHUSU (Tunduk Hati) (S. AL BAQOROH 238)

y7Ï9ºs? Ü=»tGÅ6ø9$# ?w |=÷?u? ¡ Ïm?Ïù ¡ ?W?èd z`?É)­FßJù=Ïj9 ÇËÈ

  1. Kitab Ini Tak Ada Keraguan Padanya, Jadi Petunjuk Pada Orang Orang Yang Taqwa, Yaitu Orang-orang Yang Percaya Akan Yang Ghoib, Yang Mendirikan Sholat Dsb. (S. Al Baqoroh 2).
  2. Hadits Nabi Saw Riwayat Buchori Dan Muslim : Telah Datang Seorang Arab Gunung, Ia Berkata : Ya Rasulullah Sholat Apa Yang Di Fardhukan Allah Atas Saya? Jawab Rasul :

???????????? ????????? ? ?????? ???? ?????????? ??????? (??????? ???????? ???? ?????)

Sholat Lima Waktu, Kecuali Kalau Engkau Kerjakan Sholat Sunnah

  1. Nabi saw. bersabda:

?? ??? ????? - ??? ???? ??? - ? ????? : ??? ?????? ????? - ??? ???? ???? ???? - : (( ???? ?????? ??? ????????? ???? ???????? ?????? ??????????? ???? ???????? ????????? ? ????? ???????? ? ?????? ??????? ????????? ? ????? ???????? ? ?????? ????? ???????? ? ????? ????????? ???? ??????????? ?????? ? ????? ??????? - ?? ??? - : ????????? ???? ??????? ?? ?????? ? ??????????? ??????? ??? ????????? ???? ??????????? ? ????? ??????? ??????? ?????????? ????? ????? )) ???? ????????????? ? ??????? : (( ??????? ?????? )) .

Bahwa permulaan yang dihisabkan bagi seorang hamba dihari qiamat ialah sholat maktubah (sholat lima waktu) jika sempurna sholatnya itu disempurnakanlah urusan sholat baginya. Jika tak sempurna sholatnya ltu di katakanlah kepada pemeriksa : “coba periksa sholat sholat sunnahnya jika ada sholat sunnahnya disempurnakanlah sholat maktubahnya dengan sholat2 sunnah itu. Seterusnya, dilakukan yang demikian itu terhadap amalan amalan yang lain (diriwayatkan Ahmad, A.Daud, An Nasal, Turmudzy, Dan Ibnu Majah Dari A. Hurairah). Lih. “Alahkam’ Kar. Muh Hasbi Ash Shidiqi Jilid II - Hal. 254.

  1. Bersabda RASULULLAH SAW:

???? ?????? ??????? ???? ??????? ???? ?????????? -??? ???? ???? ????- ??????? ?????? ?????????? ??????? ??????? :« ???? ??????? ????????? ??????? ???? ?????? ???????????? ????????? ???? ???????? ?????? ???????????? ? ?????? ???? ????????? ????????? ???? ?????? ???? ?????? ????? ??????? ????? ?????????? ? ??????? ?????? ???????????? ???? ???????? ???????????? ?????????? ????????? ???? ?????? ». (???? ???????)

Barang siapa memelihara sholatnya sebaik-baiknya, menjadilah sholatnya ltu baginya nur. Yang menerangi jalan dan menjadi burhan, yang menguatkan hujahnya dan menjadi pula tenaga yang melepaskan dirinya dihari qiamat. Barang siapa tidak memelihara sholatnya dengan sebaik-baiknya tak adalah baginya nur, burhan dan tenaga yang melepaskannya dari siksa dihari qiamat dan ia dikumpulkan dihari ltu beserta qarun, fir’aun, haman dan ubai.

Menurut IBNUL QAYYIM dalam “ASH SHALAH”

1) Orang yang dibimbangkan karena HARTA BENDA lalu meninggalkan sholatnya dikumpulkan dengan QARUN.

2) Yang meninggalkan sholat karena TAMPUK KEKUASAAN,YG dipegangnya dikumpulkan dengan fir’aun.

3) Yang karena kedudukan dalam pemerintahan, dikumpulkan dengan Haman.

4) Yang karena perdagangan dikumpulkan dengan Ubai.

  1. Nabi SAW bersabda

???????? ??????? ????????? ???????????? ?????????? ? ?????? ????????? ?????? ??????

Perjanjian yang diantara kami dan engkau [di dalam hadis “dan mereka”] adalah sholat maka siapa siapa meninggalkannya, sebenarnya ia telah kafir. Atau perjanjian (perwatasan) yang diletakkan antara kita 0rang islam dan 0rang kafir adalah sholat. Maka siapa siapa orang yang meninggalkan sholat kafirlah ia. Diriwayatkan Ahmad, A.Daud, An Nasai, Turmidzy, Dan Ibnu Majah, Dan A Hurairah.

????? ????????? ????????? -??? ???? ???? ????- ??? ???????? ??????? ???? ??????????? ???????? ?????? ?????? ??????????. (???? ???????)

  1. Adalah sahabat rasulullah saw tidak melihat dari sesuatu jua dari amalan amalan yang jika orang meninggalkannya menjadikannya kafir selain sholat. (Riw. Turmidzy, menurut Al Hakim hadits ini shohih menurut syarat Syaichaini dan Abdullah bin Syuqaikal – Uqily).

KESIMPULAN Dan keterangan2 a s/d k diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut

  1. Sholat 5 waktu diwajibkan bagi semua orang mukmin, yaitu yang percaya atau iman kepada Allah, Qur’an, Rasul. lihat (C)
  2. Karena diwajibkan maka sholat tak boleh ditinggalkan. Dan kalau toh kita meninggalkannya berarti kita meruntuhkan agama / MEROBOHKAN agama kita (lihat a) dan kita termasuk golongan orang-orang KAFIR (lihat j dan k).
  3. Sholat harus ditentukan dalam waktu2 yang ditentukan, jadi tidak boleh diluar waktunya (terlalu pagi atau mendahului maupun terlambat) lih. (c)
  4. sholat hendaknya dilakukan dengan chusu’ atau tunduk hati, (lih. e) ini mengandung arti bahwa paling sedikitnya bacaan sholat harus difahami arti, dan maksudnya.
  5. Sholat merupakan bukti BERBAKTI kepada Tuhan (taqwa) lih. (F).
  6. Shalat yang Khusu mencegah perbuatan KEJI dan MUNKAR. lih (d).
  7. Sholat adalah amalan2 yang pertama2 DIHISAB di Hari Kiamat, lih. (h).
  8. Amal ibadah sholat dapat menolong (melepaskan) orang dan siksa diHari Kiamat. lih. (1)

Jelaslah betapa pentingnya kedudukan sholat dalam Islam, yang demikian ini berdasarkan keterangan dan dalih dalih yang otentik, tegasnya Qur’an dan hadits sumbernya agama Islam itu sendiri. bukannya karena alasan yang dicari-cari atau berlandaskan dugaan atau terkaan otak semata. Maka dari itu, dan pentingnya sholat, Nabi bersabda:

KALAU SHOLAT DISIA-SIAKAN MAKA YANG SELAIN SHOLAT LEBIH DISIA-SIAKAN.

Sudah tentu keterangan a s/d k masih dapat ditambah dengan dalih dalih yang lain, sekarang bagaimana kepintaran otak manusia yang menganggap dirinya beragama Islam (yang tentunya percaya terhadap kemurnian dan kesucian Qur’an) masih mau mengakal-akali dalil Qur’an dan hadis, dan diantara mereka sampai2 ada yang mengakan : bahwa sholat tidak penting dan boleh ditinggalkan. Kalau yang demikian ini dikatakan dengan terang dan SENGAJA sebenarnya ia mengingkari bunyi ayat Qur’an S. AN NISA’ 103, lih. (c). dan bunyi hadist Nabi lih (g). maka karenanya ia termasuk golongan KAFIRIN.

Sesuai pula dengan hadits (j) dan (k). Kalau orang orang meninggalkan sholat karena tidak tahu, sesungguhnya ia harus belajar, setidak-tidaknya BERTANYA. Kalau tidak ia terkena perumpamaan keledai alias chimar. (lih. hal.  86)

… È@sVyJx. Í?$yJÅsø9$# ã@ÏJøts? #I?$xÿó?r& …. (??????)

SEPERTI CHIMAR (keledai) YANG MEMIKUL KITAB KITAB BERAT (namun tak mengerti isinya).

SHOLAT TETAPI MENYELEWENG :

Alasan yang biasanya dikemukakan orang-orang yang mengakal akali itu ialah, bahwa diantara orang-orang yang mengerjakan sembahyang itu masih banyak juga yang menyeleweng. Memang harus diakui, bahwa masih banyak hal itu terjadi akan tetapi ini tidak berarti, bahwa kesalahan terletak pada sholat, melainkan pada manusianya, yang melakukan sholat itu, sama saja halnya, dengan misalnya peraturan LALU LINTAS. Kalau banyak terjadi kecelakaan lalu lintas, apakah itu kesalahannya PERATUAN lalu lintas, ataukah salahnya manusia pemakai jalan yang tidak mentaati peraturan lalu lintas itu sendiri SEPENUHNYA. Begitu pula halnya dengan orang-orang yang mengerjakan, sembahyang tetapi menyeleweng itu. Bukannya peraturan atau perintah sholat dari Tuhan itu yang salah atau tidak perlu, tidak penting, melainkan orang-orang yang bersembahyang itu TIDAK MENAATI PERATURAN (syarat dan rukun) SHOLAT SEPENUHNYA, karena belum memahaminya. Jadi sembahyangnya itu boleh dikatakan ala ROBOT, mengerjakan gerak laku seperti mesin, tanpa ruh atau kesadaran. Memang sholat semacam ini bukan saja tak ada arti dan manfaatnya malahan diancam:

×@÷?uqsù ?ú,Íj#|ÁßJù=Ïj9 ÇÍÈ tûïÏ%©!$# öNèd `tã öNÍkÍE?x|¹ tbqèd$y? ÇÎÈ

Maka celakalah (neraka Waillah) bagi orang orang yang mengrjakan sholat, namun dalam sholatnya itu mereka lalai (S. Al Maun, 4-5)

SHOLAT YANG  SEBENARNYA :

Maka dari itu perlu sekali kita kaji agak mendalam sholat itu, yaitu sholat yang dikehendaki agama sebagaimana dicontohkan Rasul

  1. Yang dimaksud dengan sholat ialah : berhadap HATI atau JIWA kepada ALLAH SWT dengan hadap yang mendatangkan rasa DIRI HINA TAK BERARTI dan menimbulkan yakin akan KEBESARAN dan KEKUASAAN TUHAN, penuh KHUSU’ dan IKHLAS disertai ucapan dan perbuatan, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan SALAM.
  2. Mengingat firman Tuhan

(#qÝàÏÿ»ym ?n?tã ÏNºuqn=¢Á9$# … (?????? 238)

maka memelihara (     #qÝàÏÿ»ym ) mengandung arti: memelihara segala SYARAT ( Suci badan, pakaian, tempat sholat menutup aurot, menghadap qiblat ) dan melaksanakan semua rukun sholat, selanjutnya menjahui tiap sesuatu yang dapat merusak sholat dan perbuatan2 HATI, LIDAH, dan anggota badan. (lih tafsir Al Qur’anul karim Z.A Abbas Cs JUZ hal 436 ).

  1. Dalam lanjutan ayat diatas yang berbunyi

… (#qãBqè%ur ¬! tûüÏFÏY»s%

Kata  tûüÏFÏY»s% diartikan: chusu’ (tunduk hati) jelasnya: membulatkan hati menyembah ALLAH, selama sholat itu berlangsung. Jadi bukan hanya jasmani (lahirnya) saja terikat pada sholat, batin (rohani)nya lepas bebas mengedari alam duniawi, melainkan melepaskan ingatan dan fikiran dan ikatan duniawi. Dan MEMBULATKAN HATI dan JIWA bermunajat dengan ALLAH SWT melalui zikir dan do’a yang telah ditentukan yang sudah tentu harus difahami benar2 arti dan maksudnya) dan yang demikian ini dimanifestasikan dalam laku perbuatan tubuh dan anggota ( takbir, sujud, rukuk dsb ) itulah sebabnya maka sholat disebut juga mi’rajnya orang mukmin).

  1. Oleh bapak H.A. Salim arti sholat dengan gerak dan laku perbuatan jasmaniah disimpulkan dalam tulisannya Alle gebeds hondingen van alle gods dionsten waar door demens op natuurlyke wijze zijn ovtmoed, zijn vererng, zijn afhankelijkheiden, zijn huib behoevendheid jegens de hogere macht van god tat niting brengt, zijn in het gebed vd Islam tezamen gebracht (Semua sikap dalam sembahyang terdapat dalam segala macam agama, yang dengannya orang menyatakan dengan wajar rasa rendah dirinya, pujaan, rasa ketergantungan, dan rasa membutuhkan pertolongan terhadap kekuatan yang lebih tinggi, dari Tuhan. Semua sikap itu telah terkumpul dalam sholat Umat Islam) lih. JEJAK LANGKAH H.A. Salim hal. 284.

Kalau kita perhatikan sungguh sungguh arti sholat, yang sebenarnya, sebagaimana diuraikan diatas, dan kita laksanakan setidak-tidaknya kita usahakan mendekati pelaksanaan sholat yang sedemikian itu, tentu kita mengharapkan pengaruh dan efek yang positif dari sholat itu terhadap jiwa kita dan Insya ALLAH kita takkan mudah menyeleweng. Begitu pula akan tercapai apa yang terkandung dalam firman ALLAH diatas tadi.

… ?cÎ) no4qn=¢Á9$# 4?sS÷Zs? ÇÆtã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍s3ZßJø9$#ur 3 … (???????? 45)

Memang sholat yang demikian itulah sholat yang sebenar sholat, bukanya sholat ala ROBOT, sholat secara lahir (jasmaniah) semata, berjalan secara “machinaal” hampa tanpa ruh. Sholat ala robot ini tak memberi bekas sedikitpun dalam jiwa, hingga dengan sholat semacam ini orang dapat saja menyeleweng, sebagaimana halnya dengan orang-orang yang pandai mangakal-akali itu sendiri.

Itulah sebabnya untuk bersembahyang sebagaimana di kehendaki Islam saja lebih suka mempergunakan istilah MENDIRIKAN SHOLAT seperti yang telah dikemukakan dimuka.

BANYAK DIPERBINCANGKAN :

Telah diuraikan dimuka betapa pentingnya kedudukan sholat dalam agama kita. Yang demikian ini terlihat juga dan banyaknya serta sampai mendetailnya pasal sholat ini diperbincangkan dipersoalkan, bahkan diperselisihkan diantara para ulama.

Sekedar sebagai contoh dibawah ini saya kemukakan suatu pembicaraan mengenai HUKUM KAFIR bagi yang MENINGGALKAN SHOLAT dan apakah sholat itu syarat bagi sahnya iman?

Ada sebagian ulama yang tegas tegas menghukum KAFIR bagi orang yang meninggalkan sholat. Ada yang menghukum DURHAKA, asal tidak mengingkari WAJIBNYA sholat. Ada yang memandang sholat sebagai sarat untuk SAHNYA iman dsb. Berbagai rupa dalil telah mereka bentangkan. Dan ini menunjukkan suatu kesimpulan, bahwa amalan amalan orang yang tidak mendirikan sholat TIDAK DITERIMA. Sholatlah kunci pintu gerbang. Sholatlah pokok modal. Mustahillah orang memperoleh laba atau untung jika ia tidak BERMODAL. Maka dari itu seseorang yang MENINGGALKAN SHOLAT merugilah ia dalam segala perniagaannya, Masih adakah laba sesudah pokok dan modal lenyap dibawa oleh kerugian. Hal ini sudah diisyaratkan Rasulullah SAW dengan sabdanya:

Jika sholat disia-siakan, tentulah yang selain sholat akan lebih-lebih lagi disia siakan.

Juga dengan sabda beliau yang lain:

Amal yang paling mula sekali diperhatikan dihari qiamat ialah sholat. Apabila sholat itu cukup sempurna barulah diperiksa amal-amal yang lain. Jika sholat tiada mencukupi tiada lagi diperiksa amal-amal yang lain.

Keringkasannya : dapat kita fahamkan dari uraian uraian dari ulama, bahwa seseorang yang meninggalkan sholat satu/dua, tidak dihukum KUFUR yang mengeluarkannya dari agama, atau yang demikian itu tidak mengekalkan dalam neraka. Akan tetapi apabila orang TERUS MENERUS meninggalkan SHOLAT, maka ini merupakan tanda TIADA BERSENDI DALAM JIWA dan AKUANNYA (syahadat) TIDAK BENAR dan itulah menunjukkan kekufuran dan menyebabkannya kekal dalam neraka. Lihat (AL Ahkam Muhd Hasbi Ash Shidiqy jil; II hal 258-259)

Mengenai arti dan pentingnya sholat baiklah kita ikuti keterangan bapak H.A. Salim dalam Jejak Langkah H.A. Salim hal; 284 dengan singkat sebagai berikut : “Terechtgeldt danook de tronwe en conscientiense vervulling van deze plicht (de sholat) als een onbedrieglijke maatstaf vous godiruchtigheid en als het meest werk zame middel om tot god te nadem (Sudah sewajarnyalah bahwa pelaksanaan tugas sholat secara patuh dan penuh ketelitian merupakan ukuran yang dapat dipercaya terhadap ketaqwaan, dan merupakan alat yang paling berhasil untuk mendekatkan diri kepada ALLAH.

PENDAPAT POSITIF DARI LUAR ISLAM

Juga dari luar Islam tak kurang kurang pendapat yang mengakui pengaruh positif dari pada sholat a.l. J du Plesis mengatakan: Ik vond in dezen Mohammedaan, die (zoo verdlipt as in zijn sholat dal hij ) de wend rondom zich had ver eten, zen ijver en een overgave, die onmerklaar maar onvermijdelijk de verbreiding van den Islam ten goede komen (Saya mendapatkan pada orang muslim ini, yang begitu khusu’nya dalam sholatnya itu, sehingga lupa akan dunia sekelilingnya, suatu ketekunan dan penyerahan diri, hal mana secara diam diam tetapi pasti sangat menguntungkan bagi penyiaran agama Islam ) lih. Zendings licht op der Islam. M. Linden bom hal 120.

Dalam buku yang sama dihalaman 69 dikutip pendapat Julius Richter sbb : “Deze met volmakte regelmaat herhaal de daglijksche oefeningen onderhonden bij den Mohammedaan een gevoel van ofhankelijkheid van god en geven aan zijn, leven een atmosfeer van godgewijdeid “ (Sholat tiap hari yang diulang dengan teratur secara sempurna, memelihara  pada diri orang muslim rasa bergantung kepada ALLAH. Dan disamping itu memberikan kepada hidupnya suasana penuh kebaktian kepada Tuhan).

Sedangkan Dr J.Th. de Visser menulis dalam bukunya “Mohammed Chritus” yang juga dikutib dalam buku “Zen dings licht of der Islam” tsb hal 69: “Telkens als ik – dit aanschorude, givoelde ik een leemte in mijn eigen god sdienst. Ibebbenwij, christenen die hal zwaartepunt van o ns religius leven in ons hart leggen, ons nict te veel  van deuit wendige vormen gespeend ? 1k weet zeergoed bezi tten, maar ook, dal zoo wij deze hostelijke hulpmiddelen, versmaden hetideaal tenslotte zoo hooggaat hangen, datwij er in helgcheel nict meer naar durven omzien.” (Setiap kali saya perhatikan sholat orang orang Islam ini, saya merasa kekosongan dalam agama saya sendiri. apakah kita, orang orang kristen yang meletakkan titik berat hidup keagamaan kita dihati kita, tidak. Saya tahu benar bahwa hal-hal lahiriah itu hanya punya nilai relatif saja, tetapi saya menyadari juga bahwa kalau kita menolak alat alat lahiriah yang itu, ideal kita akhirnya, membumbung demikian tingginya, hingga kita sama sekali tak berani melihatnya lagi)

KONKLUSI:

Kalau orang-orang diluar Islam bahkan musuh-musuh kita harus mengakui betapa besar pengaruh, dan efek sholat terhadap jiwa manusia, maka tentunya tampak aneh dan janggal kalau justru diantara kita umat Islam sendiri masih banyak yang meninggalkan bahkan meremehkan sholat. Menurut hemat saya ada beberapa sebab utamanya:

  1. Kita masih belum mau berkenalan dengan ajaran pokok agama kita (apalagi mempelajarinya dengan sungguh sunguh). Karenanya berlakulah pepatah “On bekend maakt on bemind (tidak/belum dikenal, tidak/belum dicintai).
  2. Kita tidak dididik (dan mendidik anak-anak kita) SEJAK KECIL DENGAN AGAMA. Padahal kita mengetahui bahwa pendidikan (bukannya hanya pengajaran saja) sangatlah pentingnya. Dalam pendidikan faktor miliu (lingkungan) atau pengaruh dan luar diri kita memegang peran utama, pengaruh pimpinan (leeding) menurut LTC Bigot: ”En voor zijn lich aamlijk en voor zijn geestelij leven is leiding van de op vocders noodzakilijk. zonder die leiding on die huip is – een kinderleven ondenkbaar.” juga ”convergentie theorinya W Stern sebagaimana diterangkan dalam bukunya Die Psycologie des frithen kindheit” yang menitik beratkan Pendidikan pada tenaga anak didik sendiri, mengakui pengaruh pendidikan dari luar dengan kata-katanya “opvoeding, s voon een groot deel ZELFOFVOEDING. zij geschiedl niet, :anbuitenaf maar van binnenuit maar STEEDS ONDEP INVLOEDEN VAN BUITEN (Pendidikan itu sebagaian besar adalah pendidikan diri sendiri. Ia tidak berlangsung dari luar tetapi dari dalam, namun demikian senantiasa dibawah pengaruh dari luar) lih; Het kind hal 12.

Berkenaan dengan ini Nabi kita bersabda:

??? ???? ????????? ?????? ??????? ????? ??????????? ? ??????????? ?????????????? ???? ?????????????? ???? ??????????????

Dillahirkan anak itu atas fitrah (bersih) hanya kedua ibu bapaknyalah yang menbuatnya jadi orang yahudi, nasrani atau majusi

Jelasnya : sewaktu dilahirkan tiap orang anak itu dilahirkan dalam keadaan bersih. Didalam waktu waktu per mulaan tumbuhnya ia mendapat pengaruh langsung dari orang tuanya. Karena itu iapun dengan sendirinya menganut agama yang dipeluk orang tuanya. Kalau orang tuanya Islam, si anak pun Islam juga, kalau ibu bapanya Yahudi Si anak tentu, yahudi pula. Akan tetapi kalau orang tua TIDAK MEMPERGUNAKAN PENGARUHNYA, PIMPINANNYA terhadap si anak, tidak mendidiknya secara positif dengan agama, sudah tentu agama yang dianut si anak hanya agama ikutan, sekedar PREDIKAT tanpa isi. Kalau anak demikian ini diluar rumah terkena pengaruh agama lain yang diberikan kepadanya dengan teratur dan intensif, maka dapat diperhatikan ia akan meninggalkan agama orang tuanya. Maka dari itu orang tua Islam yang meremehkan agama takkan mendidik anaknya dengan agama, takkan pula anaknya menjadi seorang muslim yang taat, dan kalau menyekolahkan anaknya itu disekolah KHATOLIK misalnya boleh dikata mereka (orang tua) itu membuat anak Islamnya menjadi khatolik.

  1. Kita mengatakan ber Tuhan, namun dalam praktek sehari hari kita tidak takut padaNYA, apalagi cinta sedangkan ingat pun tidak. Maka dari itu dengan seenaknya kita abaikan perintah perintahnya, kita langgar larangan larangannya dengan asyiknya kita tenggelam dalam kehidupan negative merusak ahlak dan syirik dari peradapan modern, sedangkan segi positifnya seperti ketekunan bekerja, belajar, peyelidikan (search dan research), bekerja secara teliti efektif dan penuh disiplin kurang kita perhatikan. Kitapun, lupa bahwa diantara para sarjana barat modern tidak sedikit dalam menghargai agama, setidak tidaknya bertuhan terbukti dari ucapan ucapan mereka seperti:

Prof. A Einsteen yang mengatakan: Science without religion is lame; and religion without science is blind.

Arthur H Compton physicist berkata: There can be no conflict between science and religion. Science is a re liable method of finding truth. Religion is the search for satisfying way of life. Science is growing; yet a world that has science needs, as never before, the inspiration that religion offers.” (Tak mungkin ada pertentangan antara ilmu pengetahuan dengan agama. Ilmu pengetahuan adalah suatu metode yang dapat dipercaya untuk mendapatkan kebenaran. Agama mencarikan cara hidup yang lebih memuaskan. Ilmu pengetahuan, selalu berkembang; namun dunia yang memiliki ilmu pengetahuan membutuhkan, tidak seperti yang sudah sudah, inspirasi yang datangnya dari agama).

EDWIN CONKLIN, Biologist mengatakan: “The probability of life originating from accident is comparable to the Probability of the unabridged dictionary resulting from, an explosion in a printing shop.” (Kemungkinan terjadinya kehidupan itu hanya secara kebetulan saja dapat dimungkinkan dengan kemungkinan terjadinya kamus yang serba lengkap sebagai hasil suatu ledakan dalam sebuah percetakan).

Werner von Braun, missik expert berkata: I believe in an immortal soil. Science has proved that nothing disintegrates into nothing ness. Life and soul therefore cannot disintegrate into nothingness, and so are immortal. (Saya percaya pada jiwa yang kekal, ilmu pengetahuan tidak membuktikan, bahwa tak ada barang sesuatupun yang dapat menjadi hancur lenyap tanpa bekas. Maka dari itu hidup dan jiwapun tak akan dapat hancur dan lenyap tanpa bekas karenanya ia kekal abadi).

Lisc Meitner, atomic physicist only a higher pothan man can control the power of atomic energy (Hanya kekuatan yang lebih tinggi dan pada manusialah yang dapat menguasai kekuatan kekuatan dari tenaga atom) lih. Raider Digest Jan 1963.

Maka dari itu kita harus yakin benar akan kekuasaan mutlak dari ALLAH (RABUL ALAMIN). Tuhan seru sekalian alam, bukan saja yang menguasai tenaga atom yang dahsyat tak terbayangkan, melainkan menguasai, bahkan yang MENCIPTAKAN tenaga-tenaga lainnya yang manusia belum, dan tidak mengetahui dengan kekuatan akal pikirannya yang menciptakan manusia itu sendiri lengkap dengan ingatan jasmani dan rohaninya, termasuk akal pikiran yang menguasai alam duniawi dan alam akhirat dan alam Barzach beserta Hari Kiamat, hari pengadilan.

Akhimya hendaklah kita sadari bahwa jika kita tidak memperhatikan atau melupakan ALLAH karena kemewahan dan kesenangan kehidupan modern yang meninggalkan dan lalai agama, sebenamya kita tidak akan merugikan:

bÎ) (#rãàÿõ3s?  cÎ*sù ©!$# ;ÓÍ_xî öNä3Ztã ( ?wur 4ÓyÌöt? ÍnÏ?$t7ÏèÏ9 tøÿä3ø9$# ( …

Kalau kamu ingkar (tak berterima kasih kepada Allah sungguhnya Allah tiada butuh kepada kamu dan dia tidak menyukai sifat tidak berterima kasih dari hamba-hambanya. (Az-Zumar, 7)

Namun bagaimana halnya kalau sebaliknya TUHAN melupakan kita, didunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti?

Dan dengan ini kita akhiri pengajian kita tentang, sholat, rukun Islam yang kedua ini, yang merupakan tugas, dan cara yang terpenting dalam memelihara hubungan antara manusia dengan Tuhan, antara mahluk dengan Al Choliq, antara hamba dan yang disembah, antara ‘abid dan ma’bud. Mudah-mudahan kita dapat menghadapi tugas penting dan yang sangat penting ini dengan sikap seorang hamba yang beriman hingga mampu melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, tiada lain untuk kepentingan diri kita sendiri.

!$¯RÎ) $uZø9t?Rr& y7ø?n=tã |=»tGÅ3ø9$# Ĩ$¨Y=Ï9 Èd,ysø9$$Î/ ( Ç`yJsù 2?y?tF÷d$# ¾ÏmÅ¡øÿuZÎ=sù ( `tBur ¨@|Ê $yJ¯RÎ*sù ?@ÅÒt? $ygø?n=tæ ( !$tBur |MRr& NÍkö?n=tã @@?Å2uqÎ/ ÇÍÊÈ

Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk Maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat Maka Sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka. (39;41)

Dan hasil pelaksanaan tugas sholat ini hanya akan, tercapai kalau kita mampu mengerjakannya karena ALLAH, sebagaimana halnya dengan pelaksanaan tugas dan amalan amalan yg  lain:

ö@è% ¨bÎ) ?ÎA?x|¹ ?Å5Ý¡èSur y?$u?øtxCur ?ÎA$yJtBur ¬! Éb>u? tûüÏHs>»yèø9$# ÇÊÏËÈ

Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (6;162)

D.3        MEMBAYAR ZAKAT

Menurut Prof Dr H.M.Rasyidi:

Jika kita menengok kepada sejarah Islam kita ketahui bahwa zakat diwajibkan di Madinah, sesudah Nabi SAW mendirikan masyarakat Islam. Uang wajib zakat dipungut dan dipergunakan untuk membiayai keperluan masyarakat. Dengan perkataan lain: Zakat adalah apa yang dalam zaman modern ini dinamakan PAJAK PENGHASILAN, PAJAK KEKAYAAN. Tujuannya: merealisasikan keadilan sosial menolong fakir miskin, ghorim dll, serta pertahanan terhadap bahaya dari luar. Zakat adalah untuk mendistribusi kekayaan hingga ada keimbangan jangan sampai kekayaan itu dimonopoli oleh hanya beberapa gelintir manusia.

Sifat zakat adalah paksaan (ingat ABU BAKAR yang memerangi kabilah-kabilah yang tak mau lagi membayar zakat). Mengapa dengan paksaan, Karena manusia itu kikir suka terhadap benda. (lih. s. Al. Isra’

Tujuan zakat tersebut diatas sesuai dengan teori perpajakan yang paling baru, teori Wagner: “The purpex of sanat ion is not only to raises ufficiant revenue to meet the fiscal needs of the state but also to level the inequalities of distribution ought about the working of; the market.

?????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- ??????? ????????? ???????? ??????????? ???? ????????? ??????????? ?????????? ?????????????? ???? ????????? ?????? ?????????? ?????? ??????? ??????????? ?????? ????????? ?????? ?????????? ?????? ???????? ???? ????????????.

Memfardukan zakat fitrah untuk mensucikan bagi orang orang yang berpuasa dari unsur hak yang sia sia dan medit dan untuk memberi makan kepada si miskin. Maka barang siapa memberikannya sebelum pergi shalat maka itulah zakat yang diterima dan siapa memberikannya sesudah shalat maka itu dipandang sebagai sedekah saja. (Riwayat Ibnu Majah dan Abbas ).

?????? ??????? ??????? ??? ???? ???? ? ??? – ??????? ????????? ?????? ???? ?????? ???? ?????? ???? ???????? ????? ????????? ?????????? ??????????? ???????????? ????????????? ????????????? ???? ??????????????? ???????? ????? ???? ???????? ?????? ???????? ???????? ????? ??????????

Rosulullah memfardukan zakat fitra (yaitu) segantang atau, segantang syair atas budak, orang yang merdeka, laki laki, maupun perempuan, kecil dan besar dari orang orang islam, dan beliau menyuruh supaya fatwa disebarkan sebelum 0rang orang pergi keluar shalat. (riwayat Buchori dan Muslim dari Ibnu Umar).

Berzakat: fitrah mengandung pendidikan memberi dan menolong orang lain, bukan meminta atau menuntut hak. Orang yang menerima fitrah lebih wajib juga berfitrah.

Bermula harus kita fahami benar benar, bahwa Zakat bukanlah pemberian atau sedekah SUKARELA seperti yang kita berikan kepada orang yang meminta minta misalnya pada setiap waktu dan kesempatan.

Hak Si Miskin:

Menurut ajaran agama pada harta kekayaan kita yang tertentu yang sebenamya tiada lain adalah KARUNIA TUHAN ADA terlekat hak si miskin, sebagaimana tersebut dalam ayat

Dan pada harta harta mereka ada hak bagi orang orang meminta dan orang orang yang tak punya. (S. Adz Dzariyat; 19)

þ?Îûur öNÎgÏ9ºuqøBr& A,ym È@ͬ!$¡¡=Ïj9 ÏQrãóspRùQ$#ur ÇÊÒÈ

Kalau hak si miskin ini tidak dikeluarkan, maka harta itu belum bersih, belum suci (pemiliknya). Untuk membersihkan dan menyucikan itu harus (wajib) dikeluarkan zakat.

õ?è{ ô`ÏB öNÏlÎ;ºuqøBr& Zps%y?|¹ öNèdãÎdgsÜè? NÍk?Ïj.t?è?ur $pkÍ5 Èe@|¹ur öNÎgø?n=tæ ( ¨bÎ) y7s?4qn=|¹ Ö`s3y? öNçl°; 3 ª!$#ur ìì?ÏJy? íO?Î=tæ ÇÊÉÌÈ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. (9;103)

Kata ZAKAA berarti menyucikan, terdapat jua misalnya dalam firman ALLAH yang oleh Syd ALl dan lbnu ABBAS r.a ditafsirkan:

???? ???????? ???? ?????? ????? ????????

Telah berbahagia orang yang disucikan Allah akan dirinya.

Perintah tentang ZAKAT ini disebut berurutan dengan perintah untuk menegakkan shalat seperti

(#qßJ?Ï%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨?9$# (#qãèx.ö?$#ur yìtB tûüÏèÏ.º§9$# ÇÍÌÈ

Dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku (2;43)

!$tBur (#ÿrâÉDé& ?wÎ) (#rß?ç6÷èu?Ï9 ©!$# tûüÅÁÎ=ø?èC ã&s! tûïÏe$!$# uä!$xÿuZãm (#qßJ?É)ã?ur no4qn=¢Á9$# (#qè?÷sã?ur no4qx.¨?9$# 4 y7Ï9ºs?ur ß`?Ï? ÏpyJÍh?s)ø9$# ÇÎÈ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memumikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. (98;5)

÷Läêø)xÿô©r&uä br& (#qãBÏd?s)è? tû÷üt/ ô?y?t? óOä31uqøgwU ;M»s%y?|¹ 4 ø?Î*sù óOs9 (#qè=yèøÿs? z>$s?ur ª!$# öNä3ø?n=tæ (#qßJ?Ï%r’sù no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨?9$# (#qãè?ÏÛr&ur ©!$# ¼ã&s!qß?u?ur 4 ª!$#ur 7?Î7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÇÊÌÈ

Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) Karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah Telah memberi Taubat kepadamu Maka Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (58;13)

Kalau kita perhatikan susunan kalimat kalimat diatas dapatlah kiranya difahami, bahwa SHALAT itu hendaknya menimbulkan RASA PENGORBANAN untuk kepentingan bersama seperti memberi zakat itu. Ini sejalan dengan kandungan ayat

?cÎ) no4qn=¢Á9$# 4?sS÷Zs? ÇÆtã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍s3ZßJø9$#ur 3

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

Memang shalat itu merupakan latihan jiwa yang utama. Kalau shalat kita secara negatifnya belum dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, dan secara positifnya belum menghasilkan ZELFDISCIPLINE dan KESEDIAAN BERKORBAN, maka Shalat kita masih belum Shalat yang sebenamya.

MEGORBANKAN HARTA-BERAT:

Harus diakui bahwa mengorbankan harta itu berat, sekalipun hanya sebagian kecil saja. Sebabnya karena manusia itu diberi NAFSU, keinginan atau cinta terhadap benda, hidup atau pun mati.

Coba kita perhatikan ayat ayat berikut ini

¼çm¯RÎ)ur Éb=ßsÏ9 Î?ös?ø:$# î??Ï?t±s9 ÇÑÈ

Manusia itu kepada harta benda sangatlah cintanya.

z`Îi?ã? Ĩ$¨Z=Ï9 =ãm ÏNºuqyg¤±9$# ?ÆÏB Ïä!$|¡ÏiY9$# tûüÏZt6ø9$#ur Î?ÏÜ»oYs)ø9$#ur ÍotsÜZs)ßJø9$# ?ÆÏB É=yd©%!$# Ïp?ÒÏÿø9$#ur È@ø?y?ø9$#ur ÏptB§q|¡ßJø9$# ÉO»yè÷RF{$#ur Ï^öysø9$#ur 3 ?Ï9ºs? ßì»tFtB Ío4qu?ysø9$# $u?÷R??9$# ( ª!$#ur ¼çny?YÏã ÚÆó¡ãm É>$t«yJø9$# ÇÊÍÈ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (3:14)

ZAKAT TIDAK SAMA DENGAN PAJAK :

Sekalipun zakat itu dipergunakan untuk kepentingan masyarakat, tetapi zakat tidak sama dengan pajak yang biasa dipungut oleh pemerintah. Perbedan pokok antara zakat dan pajak ialah, bahwa Zakat merupakan tugas Agama yang ada hubungannya dengan Iman, dan berfungsi untuk membersihkan serta mensucikan harta dan jiwa, sebagaimana halnya dengan Shalat. Berhubung dengan itu mengenai Zakat ini, H AGUS SALIM mengatakan:

“Ecrst Na Het Opbrongen Van De Verplichte Gaven In De Vo Fi Van Een Zuiverings Belasting.’ Zakat Genoend Waarop: E Bedeeldon Recht Habben, Kan Ex Sproke Zijn Van Een Lifdadigheid Ols Een Verdicustelyke Daad Van Duegd En Goduruchtigheid”

Kalau kita telah mengeluarkan pemberian wajib berupa pajak pensucian yang disebut Zakat dan si miskin mempunyai hak atasnya maka barulah dapat dikatakan bahwa kita telah beramal saleh atas dasar taqwa kepada ALLAH. lihat “jejak langkah H.A.Salim.”

PENGGUNAAN ZAKAT:

Bahwa zakat adalah tugas agama, maka dapat difahamkan dan penggunaannya seperti disebut dalam ayat

* $yJ¯RÎ) àM»s%y?¢Á9$# Ïä!#ts)àÿù=Ï9 ÈûüÅ3»|¡yJø9$#ur tû,Î#ÏJ»yèø9$#ur $pö?n=tæ Ïpxÿ©9xsßJø9$#ur öNåkæ5qè=è% ?Îûur É>$s%Ìh9$# tûüÏB̍»tóø9$#ur ?Îûur È@?Î6y? «!$# Èûøó$#ur È@?Î6¡¡9$# ( Zp?Ò?̍sù ?ÆÏiB «!$# 3 ª!$#ur íO?Î=tæ ÒO?Å6ym ÇÏÉÈ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (9;60)

Mengenai ”orang-orang yang dibujuk hatinya” dalam kitab, The meaning of the glorius kwan nya Muh. M. Pickthal hal 150 footnote ada penjelasan : A special potion of the aims was alitled to the people of mecca, the formerenemis of al Islam, who were converted on masse after the capture of the city and whose hearts were tobe reconci Led (satu bagian diurus dan ZAKAT diberikan kepada penduduk Mekka yang dulu merupakan musuh Islam, dan telah masuk Islam secara bersama sama sesudah kota itu ditaklukkan dan HATINYA HARUS DIDAMAIKAN.

Jelas kiranya dari ayat diatas bahwa memberi zakat, adalah tugas Agama, apalagi ayat tersebut ditutup dengan kalimat:

Zp?Ò?̍sù ?ÆÏiB «!$# 3 ª!$#ur íO?Î=tæ ÒO?Å6ym

Suatu perintah dari Allah dan Allah itu maha tahu dan bijaksana.

Dengan kalimat PERINTAH DARI TUHAN… ini pun dijelaskan pula bahwa SEDEKAH dalam ayat 60 itu, berarti sedekah yang wajib itu ialah ZAKAT.

Selanjutnya mengenai ZAKAT ini baiklah kita kaji firman ALLAH berikut ini

* $pk??r’¯»t? tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä ¨bÎ) #Z?ÏW?2 ?ÆÏiB Í?$t6ômF{$# Èb$t7÷d?9$#ur tbqè=ä.ù’u?s9 tAºuqøBr& Ĩ$¨Y9$# È@ÏÜ»t6ø9$$Î/ ?cr??ÝÁt?ur `tã È@?Î6y? «!$# 3 ?úïÏ%©!$#ur ?crã?É\õ3t? |=yd©%!$# sp?ÒÏÿø9$#ur ?wur $pktXqà)ÏÿZã? ?Îû È@?Î6y? «!$# Nèd÷?Åe³t7sù A>#x?yèÎ/ 5O?Ï9r& ÇÌÍÈ

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, (9:34)

(#qßJ?Ï%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4q?2¨?9$# 4 $tBur (#qãBÏd?s)è? /ä3Å¡àÿRL{ ô`ÏiB 9?öyz çnrß?ÅgrB y?YÏã «!$# 3 ¨bÎ) ©!$# $yJÎ/ ?cqè=yJ÷ès? ×?ÅÁt/ ÇÊÊÉÈ

Dan Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (2:110)

ZAKAT LAWAN RIBA

Sekalipun tampaknya dengan mengeluarkan zakat itu harta kita menjadi berkurang, tetapi dalam hakekatnya kita melipat gandakannya. mengingat balasannya pahalanya, ini berbeda, malahan berlawanan dengan RIBA. Sebab dengan riba’ pada lahirnya memang harta menjadi bertambah, namun tambahan itu diperoleh tanpa susah payah, atas rugi dan penderitaan orang lain. karena itu tambahan semacam itu dalam pandangan Tuhan bukanlah tambahan yang sebenarnya

!$tBur OçF÷s?#uä `ÏiB $\/Íh? (#uqç/÷?zÏj9 þ?Îû ÉAºuqøBr& Ĩ$¨Z9$# ?xsù (#qç/öt? y?YÏã «!$# ( !$tBur OçF÷s?#uä `ÏiB ;o4qx.y? ?crß??̍è? tmô_ur «!$# y7Í´¯»s9′ré’sù ãNèd tbqàÿÏèôÒßJø9$# ÇÌÒÈ

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). (30;39)

Akhir ayat 275 S. al BAQOROH yang artinya

Dan barang siapa mengulanginya (makan riba) mereka itu, pengisi neraka; mereka kekal didalamnya.

NABIPUN BERSABDA:

?????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- ????? ???????? ??????????? ??????????? ???????????.

Telah melaknat Allah orang yang memakan riba’, wakilnya saksinya, dan keraninya. (Diriwayatkan Ibnu Mas’ud, shahih ada diriwayatkan Abu Dawud, M. Tirmidzy, Ibnu Majah dll dengan sanad yang shahih) Lih; tafsir Al Qur’anulkarim.Z.A bbas Cs juz III hal 157.

Mudah mudahan dengan uraian diatas dapatlah kita kiranya memperoleh gambaran dan pengertian sedikit banyaknya tentang apa yang dimaksud dengan perintah agama, mengenai Zakat itu beserta arti pentingnya bagi ummat Islam dan masyarakat. Selanjutnya mudah mudahan pengertian ini mendorong kita untuk mempelajari lebih luas peraturan peraturan tentang Zakat, terutama tehnis pelaksanaannya, hingga kita yang kebetulan termasuk “WAJIB ZAKAT” dapat menunaikan tugas dengan penuh kesadaran (bukan hanya ikut ikutan saja) guna tercapainya kebersihan harta, kekayaan dan kesucian jiwa kita, sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh IMAN dan TAQWA kepada ALLAH swt .

JANGAN HANYA MENUMPUK HARTA ZAKAT

Dengan adanya kesadaran terhadap tugas in tentunya kita takkan hanya mengarahkan segala kegiatan kita untuk mencari dan mengumpulkan harta semata, melainkan akan menyadari pula ajaran ajaran agama yang menyangkut harta, antara lain:

×@÷?ur Èe@à6Ïj9 ;ot?yJèd >ot?yJ?9 ÇÊÈ ?Ï%©!$# yìuHsd Zw$tB ¼çny?£?tãur ÇËÈ Ü=|¡øts? ¨br& ÿ¼ã&s!$tB ¼çnt$s#÷{r& ÇÌÈ ?xx. ( ¨bx?t6.^ã?s9 ?Îû ÏpyJsÜçtø:$# ÇÍÈ

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. (Surat 104;1-4)

?wur ¨ûtù|¡øts? tûïÏ%©!$# tbqè=y?ö7t? !$yJÎ/ ãNßg9s?#uä ª!$# `ÏB ¾Ï&Î#ôÒsù uqèd #Z?öyz Nçl°; ( ö@t/ uqèd @??° öNçl°; ( tbqè%§qsÜã?y? $tB (#qè=Ï?r2 ¾ÏmÎ/ tPöqt? ÏpyJ»u?É)ø9$# 3 ¬!ur ß^ºu?ÏB ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö?F{$#ur 3 ª!$#ur $oÿÏ3 tbqè=yJ÷ès? ×?Î6yz ÇÊÑÉÈ

Dan janganlah orang-orang yang bachil (kikir) terhadap apa yg dikaruniakan Allah kepada mereka itu mengira, bahwa yang, demikian itu menjadi kebaikan bagi mereka, bahkan menjadi kejahatan bagi mereka. Dihari qiamat nanti harta yang mereka bachilkan itu akan digantungkan kepada leher mereka (dosanya akan dibebankan sepenuhnya pada mereka) (S, Ali Imran: 180).

… ¨bÎ) ©!$# ?w =Ïtä? `tB tb%?2 Zw$tFø?èC #·?qã?sù ÇÌÏÈ tûïÏ%©!$# tbqè=y?ö7t? tbrâßDù’t?ur ?Z$¨Y9$# È@÷?ç7ø9$$Î/ ?cqßJçFò6t?ur !$tB ãNßg9s?#uä ª!$# `ÏB ¾Ï&Î#ôÒsù 3 $tRô?tFôãr&ur tûï̍Ïÿ»x6ù=Ï9 $\/#x?tã $YY?Îg?B ÇÌÐÈ

Sesungguhnya tuhan itu tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri (akhir ayat 36 s.an nisa’ ) yaitu 0rang orang yang kikir dan menyuruh manusia supaya bersifat kikir, serta menyembunyikan karunia yang diberikan tuhan kepadanya. Kami telah menyediakan siksa yang menghinakan bagi orang orang yang tidak beriman itu. (An-Nisa’, ayat 36-37).

Begitulah peringatan Tuhan kepada manusia yang hanya memikirkan dan bergiat dalam mencari serta mengumpulkan harta, menguasainya secara bachil atau kikir, tanpa menghiraukan amalan2 baik selain berzakat a.l.

?úïÏ%©!$# ?cqà)ÏÿYã? Oßgs9ºuqøBr& È@ø?©9$$Î/ Í?$yg¨Z9$#ur #vÅ? Zpu?ÏR?xtãur óOßgn=sù öNèdãô_r& y?YÏã öNÎgÎn/u? ?wur ê?öqyz óOÎgø?n=tæ ?wur öNèd ?cqçRt?óst? ÇËÐÍÈ

Orang orang yang menafkahkan hartanya diwaktu malam dan, siang, dengan sembunyi ataupun terang, mereka akan memperoleh pahala dari tuhannya: mereka tidak merasa ketakutan & menanggung dukacita (S. Al Baqaroh: 274).

Memberikan sedekah dengan

sembunyi akan lebih baik.

bÎ) (#rß?ö6è? ÏM»s%y?¢Á9$# $£JÏèÏZsù }?Ïd ( bÎ)ur $ydqàÿ÷?è? $ydqè?÷sè?ur uä!#ts)àÿø9$# uqßgsù ×?öyz öNà6©9 4 ãÏeÿs3ã?ur Nà6Ztã `ÏiB öNà6Ï?$t«Íh?y? 3 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ×?Î6yz ÇËÐÊÈ

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), Maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (2; 271)

Sedangkan pahala untuk tiap kebajikan yang kita lakukan oleh ALLAH dilipat gandakan;

… bÎ)ur à7s? ZpuZ|¡ym $ygøÿÏè»?Òã? ÅV÷sã?ur `ÏB çm÷Rà$©! #·ô_r& $VJ?Ïàtã ÇÍÉÈ

Dan jika ada suatu kebaikan Tuhan melipat gandakannya dan diberinya pahala yang besar dari sisinya. (An-Nisa’, 40)

Betapa pengertian tentang perlipat gandaan itu dilukiskan dengan indahnya, dengan perumpamaan dalam ayat berikut:

ã@sW¨B tûïÏ%©!$# tbqà)ÏÿZã? óOßgs9ºuqøBr& ?Îû È@?Î6y? «!$# È@sVyJx. >p¬6ym ôMtFu;/Rr& yìö7y? ?@Î/$uZy? ?Îû Èe@ä. 7′s#ç7/Yß? èps($ÏiB 7p¬6ym 3 ª!$#ur ß#Ïè»?Òã? `yJÏ9 âä!$t±o? 3 ª!$#ur ììÅ?ºur íO?Î=tæ ÇËÏÊÈ

Perumpamaan orang-orang yang nenafkahkan hartanya di jalan Allah seperti misal sebutir biji benih yang menumbuhkan tujuh tangkai: pada tiap tangkai ada seratus butir (buah) Tuhan melipat gandakan (pahala) bagi siapa yang dikehendakinya. Allah maha luas karunianya lagi maha tahu. (S. Al Baqaroh: 261).

CATATAN :

Dalam perumpamaan ini digambarkan betapa satu, biji sesudah tumbuh dapat menghasilkan; 1 x 7 x 100 = 700 biji.

Dengan lukisan tadi, yang menunjukkan betapa luasnya karunia dan rahmat Illahi, dapatlah akal manusia yang serba terbatas ini membayangkan bagaimana Tuhan melipat gandakan pahala untuk tiap amal kebajikan yang diperbuat oleh hamba hambanya inklusif penunaian tugas zakat, sebagaimana tersebut dalam surah AR RUM ayat 39:

!$tBur OçF÷s?#uä `ÏiB $\/Íh? (#uqç/÷?zÏj9 þ?Îû ÉAºuqøBr& Ĩ$¨Z9$# ?xsù (#qç/öt? y?YÏã «!$# ( !$tBur OçF÷s?#uä `ÏiB ;o4qx.y? ?crß??̍è? tmô_ur «!$# y7Í´¯»s9′ré’sù ãNèd tbqàÿÏèôÒßJø9$# ÇÌÒÈ

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).

D.4     BERPUASA BULAN ROMADHON

HAWA NAFSU MUSUH PALING BERAT

Telah diketahui dan diakui oleh umum bahwa musuh manusia kaliber berat adalah SYAHWAT atau HAWA NAFSU, sahabat utama dari syaitan. Nabi SAW ber sabda:

????????? ???? ?????????? ??????????? ????? ?????????? ???????????

Kembalilah kita dari perang yang kecil kepada perang yang lebih besar.

Padahal sewaktu kata kata ini diucapkan, beliau kembali dari sesuatu peperangan fisik yang besar yang banyak menumpahkan darah dan minta banyak korban jiwa. Tentu saja, orang-orang heran dan menanyakannya kepada NABI SAW Maka beliau menjawab bahwa perang yang lebih besar itu adalah perang MELAWAN HAWA NAFSU.

Nabi juga pernah bersabda:

?????? ?????????? ????????????? ? ???????? ?????????? ??????? ???????? ???????? ?????? ?????????

Bukanlah orang orang yang gagah berani itu karena ia cepat melompati musuh dalam pertempuran, tetapi orang yang gagah berani itu ialah orang yang dapat menguasai dirinya dari kemarahan. (Riwayat A Dawud) Lih Tasafuf Modern HAMKA hal 102.

Memang menurut hawa nafsu atau bisikan syaithon itulah yang membuat manusia jadi pencopet, pencuri, penodong perampok, korupsi, peminum, penjudi dan sebagainya. Pengaruh hawa nafsu itulah yang membuat kita enggan memenuhi panggilan muadzin terutama diwaktu pagi

????? ????? ?????????? ? ????? ????? ?????????? ? ?????????? ?????? ???? ?????????

Marilah ke shalat, marilah kebahagiaan, shalat itu lebih baik dari pada tidur.

Diwaktu kita mendengar seruan muadzin ini tercetuslah suatu perjuangan dalam diri kita antara HATI NURANI yang mendorong kita kepada keselamatan, lawan HAWA NAFSU yang partnernya syaithon yang mengajak kita kepada kebinasaan. Perjuangan ini seringkali berjalan seru dan cepat. Kalau HATI kurang terlatih maka mungkin sekali ”DALAM RONDE PERTAMA” ia dapat dipukul K.O. oleh HAWA NAFSU dengan tipu muslihat dibelakang layar:

ûÓÍ_t6»t? tPy?#uä ?w ãNà6¨Yt^ÏFøÿt? ß`»sÜø?¤±9$# !$yJx. ylt÷zr& Nä3÷?uqt/r& z`ÏiB Ïp¨Zyfø9$# äíÍ?\t? $yJåk÷]tã $yJåky$t7Ï9 $yJßgt?Î?ãÏ9 !$yJÍkÌEºuäöqy? 3 ¼çm¯RÎ) öNä31tt? uqèd ¼çmè=?Î6s%ur ô`ÏB ß]ø?ym ?w öNåktX÷rts? 3 $¯RÎ) $uZù=yèy_ tûüÏÜ»u?¤±9$# uä!$u?Ï9÷rr& tûïÏ%©#Ï9 ?w tbqãZÏB÷sã? ÇËÐÈ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaiton sebagaimana ia Telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami Telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (7;27)

¨bÎ) z`»sÜø?¤±9$# ö/ä3s9 Arß?tã çnrä?Ï?ªB$$sù #?rß?tã 4 $yJ¯RÎ) (#qããô?t? ¼çmt/÷?Ïm (#qçRqä3u?Ï9 ô`ÏB É=»ptõ¾r& Î?Ïè¡¡9$# ÇÏÈ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), Karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu Hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala

LATIHAN INTENSIF DIBUTUHKAN

Mengingat sifat hawa nafsu yang menjurus kepada kebinasaan, diperkuat dengan bisikan dan tipu tipu muslihat syithon, maka perlulah hawa nafsu itu dikekang, dikendalikan untuk menguasai hawa nafsu, untuk memperoleh SELF CONTROL diperlukan latihan yang berat dan intensif. Dan untuk ini Islam, menyediakan latihan berupa PUASA DALAM BULAN ROMADHON, puasa wajib, yang dapat disempurnakan dengan puasa sunnah.

TIGA SIFAT UTAMA :

Kalau SHALAT LIMA WAKTU merupakan latihan serba manfaat dengan titik berat pada SELF DICIPLINE, dan mengeluarkan zakat mendidik kita pada kesediaan berkorban, maka rukun Islam yang ke 4 atau puasa ini mendidik kita ke arah penguasaan diri atau SELF CONTROL. Dan kalau ketiga sifat ini dapat terkumpul dalam diri seseorang maka ia memiliki satu KEPRIBADIAN yang kuat, tahan uji, tertib dan berahlak mulia. Jangan dilupakan sifat sifat itu dasarnya adalah IMAN dan TAQWA terhadap TUHAN YANG MAHA ESA, ini berarti bahwa semuanya adalah LILLAHITA ALLAH sesuai dengan

ö@è% ¨bÎ) ?ÎA?x|¹ ?Å5Ý¡èSur y?$u?øtxCur ?ÎA$yJtBur ¬! Éb>u? tûüÏHs>»yèø9$# ÇÊÏËÈ

Sesungguhnya shalatku ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, tuhan semesta alam. (Al An’am: 162).

Jadi kita puasa dalam bulan Romadhon itu karena ALLAH semata, berbeda dengan puasa tapi ada maksud tertentu, misalnya ‘MOGOK MAKAN” yang kerap kali kita jumpai dalam berita dan surat surat kabar.

Mari sekarang kita ikuti keterangan keterangan dalam QUR’AN, mengenai perintah berpuasa ini:

$yg??r’¯»t? tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä |=ÏGä. ãNà6ø?n=tæ ãP$u?Å_Á9$# $yJx. |=ÏGä. ?n?tã ?úïÏ%©!$# `ÏB öNà6Î=ö7s% öNä3ª=yès9 tbqà)­Gs? ÇÊÑÌÈ

Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang-orang yang taqwa. (Al Baqaroh:183)

Jelaslah bahwa puasa itu DIWAJIBKAN atas orang-orang yang beriman, dengan perkataan lain berpuasa itu harus didasari dengan IMAN dan agar kita menjadi takut, artinya takut, kepada TUHAN, takut melanggar perintah ataupun larangan larangannya.

$YB$­?r& ;Nºy?rß?÷è¨B 4 `yJsù ?c%x. Nä3ZÏB $³Ò?͐£D ÷rr& 4?n?tã 9xÿy? ×o£?Ïèsù ô`ÏiB BQ$­?r& tyzé& 4 ?n?tãur ?úïÏ%©!$# ¼çmtRqà)?ÏÜã? ×pt?ô?Ïù ãP$yèsÛ &ûüÅ3ó¡ÏB ( `yJsù tí§qsÜs? #Z?öyz uqßgsù ×?öyz ¼ã&©! 4 br&ur (#qãBqÝÁs? ×?öyz öNà6©9 ( bÎ) óOçFZä. tbqßJn=÷ès? ÇÊÑÍÈ

Puasa itu beberapa hari yang terbilang. Barang siapa diantara kamu dalam sakit atau dalam perjalanan, maka hitung puasakanlah beberapa hari yang lain, dan bagi orang-orang yang berkepayahan (sangat berat baginya untuk berpuasa) hendaklah membayar fidyah, memberi makan kepada orang miskin. Barang siapa mengerjakan sunnah, ltu lebih baik baginya, dan berpuasa ltu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (S. Al Baqoroh 184)

ãöky­ tb$?ÒtBu? ü?Ï%©!$# tAÌ?Ré& Ïm?Ïù ãb#uäöà)ø9$# ?W?èd Ĩ$¨Y=Ïj9 ;M»oYÉit/ur z`ÏiB 3?y?ßgø9$# Èb$s%öàÿø9$#ur 4 `yJsù y?Íky­ ãNä3YÏB tök¤¶9$# çmôJÝÁu?ù=sù ( `tBur tb$?2 $³Ò?͐sD ÷rr& 4?n?tã 9xÿy? ×o£?Ïèsù ô`ÏiB BQ$­?r& tyzé& 3 ß??̍ã? ª!$# ãNà6Î/ tó¡ã?ø9$# ?wur ß??̍ã? ãNà6Î/ u?ô£ãèø9$# (#qè=ÏJò6çGÏ9ur no£?Ïèø9$# (#rç?Éi9x6çGÏ9ur ©!$# 4?n?tã $tB öNä31y?yd öNà6¯=yès9ur ?crãä3ô±n@ ÇÊÑÎÈ

Didalam bulan romadhon itu diturunkan Qur’an, petunjuk (pemimpin) untuk manusia dan penjelasan dari petunjuk kebenaran ltu serta dari Al Furqon (yang membedakan kebenaran dari kebatilan) siapa yang menyaksikan bulan romadhon hendaklah berpuasa; siapa yang sakit atau dalam perjalanan hitung (puasakan) lah pada beberapa hari yang lain, Tuhan hendak memberikan kelapangan bukan hendak memberikan kesulitan kepada kamu dan supaya kamu mencukupkan bilangan (bulan ltu) dan membesarkan Tuhan karena petunjuk yang telah diberikannya kepada kamu, dan supaya kamu bersyukur. Ayat 185.

RINGKASAN PERATURAN PUASA :

Dengan memperhatikan ayat ayat diatas menurut “tafsir Al Qur’anul Karim” Z.A Abbas Cs juz. II hal. 171 secara ringkas peraturan puasa sebagai berikut

  1. Berpuasa itu wajib dilaksanakan sepenuhnya bagi orang orang yang sehat, muqim, dan kuasa berpuasa tanpa kepayahan.
  2. Boleh berbuka tapi wajib qadlo’ (mengganti puasa pada hari yang lain) bagi mereka yang sakit atau dalam perjalanan.

III.  Boleh berbuka tapi wajib membayar fidyah (memberi makan orang miskin/mud). Bagi orang yang musyaqot atau sukar sekali berpuasa karena suatu sebab yg tak dapat diharap hilangnya, seperti orang yang sudah terlalu tua. Atau sakit berlama kelamaan (dan menurut suatu qaul juga wanita yang hamil atau menyusukan).

  1. Wajib qodho dan membayar fidyah

Bagi wanita hamil dan menyusukan yang takut akan kebinasaan atau mudhorot kepada anaknya, kalau ia berpuasa WAJIB QODHO SAJA kalau takut akan kebinasaan dirinya sendiri.

JANGAN SALAH GUNAKAN :

Perlu kiranya kita perhatikan dalam ayat 185 diatas tadi bagian yang berbunyi

ß??̍ã? ª!$# ãNà6Î/ tó¡ã?ø9$# ?wur ß??̍ã? ãNà6Î/ u?ô£ãèø9$#

Tuhan menghendaki kelapanagan (kemudahan) bagi kamu dan tidak menghedaki kesulitan bagi kamu.

????? ????? ?????? ????????? ???? ?????????? ?????????????

Allah mencabut tugas puasa dari wanita hamil dan yang menyusukan anaknya.

Puasa sebagai latihan pembersih jiwa disusul dengan hari raya Idul fitri. Fitrah berarti secara lahir telah membayar zakat fitri, dan berbuka (breakfast) secara batin kembali kepada kemurnian asal.

Jadi pada ayat 185 tadi (diatas) Janganlah hendaknya kalimat ini kita salah artikan dan salah gunakan. Salah satu usul (pokok) penting bagi hukum dalam Islam yaitu Tuhan tidak memberatkan seseorang malainkan sekuasanya diperingatkan bahwa ini tidak berarti bahwa segala apa yang dibawakan syariat Islam sangat ringan dan mudah, sebab takkan tercapai kemenangan dan kebahagiaan dengan bermudah mudah saja dalam melaksanakan tugas. Demikian pula halnya dengan ayat diatas, dalam hubungannya dengan PUASA, misalnya karena masuk kerja kantor atau masuk kuliah/sekolah lalu tidak puasa.

Dengan dalih ayat diatas (Tuhan menghendaki kelapangan dan seterusnya). Atau karena keluar kota dengan urusan dinas, padahal hanya untuk beberapa jam, nota bene dengan mengendarai mobil atau (agak lucu) badannya merasa tidak tahan untuk puasa, padahal ia sehat-sehat saja; dsb dsb. Kalau demikian halnya maka arti dan maksud tujuan puasa itu hilang lenyap atau tak ada niat untuk berpuasa. Perlu diambil dengan niat. Bukankah dalan ayat 184 ada disebutkan

br&ur (#qãBqÝÁs? ×?öyz öNà6©9 ( bÎ) óOçFZä. tbqßJn=÷ès? ÇÊÑÍÈ

Dan puasamu itu lebih balk bagi kamu, jika kamu mengerti.

Memang begitulah hal yang sebenarnya, sebab dengan berpuasa itu (sesuatu yang agak berat, terutama bagi hawaafsu) kita mendapat LATIHAN TRAINING lahir bathin terutama rohaniah yang menyangkut nafsu kemauan dan iman. Sebaliknya kalau kita memudah mudahkan berpuasa itu kita tak memperoleh latihan yang berharga tadi. Dengan demikian sebenarnya kita telah menyerah kalah tanpa berjuang, kita menyerah kepada HAWA NAFSU, kita telah diperbudaknya.

HAWA NAFSU INGIN YANG ENAK MUDAH

Training itu sungguh berat bagi hawa nafsu itu hanya ingin yang enak2 dan gampang gampang saja. Pada hal apa yg enak bagi nafsu belum tentu enak dan menguntungkan bagi diri kita. Dalam hal ini ALLAH telah memberi peringatan

|=ÏGä. ãNà6ø?n=tæ ãA$tFÉ)ø9$# uqèdur ×nöä. öNä3©9 ( #Ó|¤tãur br& (#qèdtõ3s? $\«ø?x© uqèdur ×?öyz öNà6©9 ( #Ó|¤tãur br& (#q?6Åsè? $\«ø?x© uqèdur @??° öNä3©9 3 ª!$#ur ãNn=÷èt? óOçFRr&ur ?w ?cqßJn=÷ès? ÇËÊÏÈ

boleh jadi kamu benci akan sesuatu, padahal itu baik bagimu; dan boleh jadi kamu suka akan sesuatu, padahal itu jelek bagimu. (S. Al Baqaroh :216).

??????? ?????????? ?????????????? ????????? ???????? ??????????????

Sedang NABI bersabda :

Diramaikan sorga dengan barang yang berat berat mengerjakannya dan diramaikan neraka dengan syahwat (barang yang mudah mengerjakannya). (Riwayat BUCHORI, MUSLIM) Lih ”Tasauf Modern” oleh HAMKA hal 105.

Hidup penuh dengan gangguan. Dalam praktek sehari hari kita sering menjumpai hal hal yang menguntungkan. Bukankah, kita mencita citakan keadilan sedang yang kita temui adalah kedzaliman; kita menginginkan kebenaran dan kejujuran, namun yang kita lihat kedustaan dan kemunafikan dan penyelewengan. Sehingga orang yang tak mampu menguasai diri turut hanyut dan kehilangan pegangan (kendali), bahkan kehilangan kepribadian. Maka dari itu pentinglah usaha membersihkan jiwa dengan latihan berpuasa. Menurut sabda Nabi: ”orang yang berpuasa memperoleh dua kebahagiaan, 1. Dirasanya setelah berbuka. 2. Sewaktu kelak ia menemui Tuhannya.”

MANFAAT PUASA :

Dalam praktek sehari hari berpuasa itu berupa MENAHAN DIRI terhadap perbuatan perbuatan yang sebenarnya halal bagi kita seperti makan, minum, merokok dll. Penahanan diri sepanjang hari terhadap perbuatan HALAL ini, tak lain karena kita tahu bahwa itu adalah perintah Tuhan. Tiap kali kita melihat, apa lagi menyentuh makanan/minuman kita langsung ingat kepada TUHAN, maka ketika itu juga kita surut dari makanan itu, padahal makanan itu barang halal. Kalau tehadap barang halal kita sanggup menahan diri, tentunya terhadap barang haram kita akan lebih lagi sanggup menahan diri, misalnya terhadap minuman keras, makanan berasal dan babi dsb, mengambil hak orang lain entah dalam bentuk pencurian ataukah penipuan, korupsi dsb, mengeluarkan kata kata kotor, memaki-maki dan menggibah. Ini manfaat puasa dalam bentuk negatif, yaitu menahan diri yang, menonjol dalam training berupa berpuasa itu. Adapun manfaat yang positif a.l.: menguatkan KEMAUAN, mempertebal iman, menanamkan rasa cinta kepada silapar (fakir miskin).

MELAKSANAKAN DAN KESADARAN

Sudah tentu manfaat-manfaat tsb hanya dapat tercapai kalau kita melaksanakan puasa itu dengan pengertian, dengan kesadaran seperti halnya dengan syahadat, sholat, zakat, berpuasapun bertalian dengan IMAN. Kalau iman ini lemah atau ragu-ragu (ingat kembali lima golongan: fasiq, munafik dsb) tugas berpuasa tak akan terlaksanakan, atau kalaupun dilaksanakan, tentu hanya secara ikut-ikutan saja, tanpa KESADARAN BERAGAMA, sekedar menyesuiakan diri dengan keadaan dan hingkungan. Ini tidak lain dari menipu diri. Dan sudah tentu tak mempunyai nilai apa-apa. Ingat akan sabda Nabi SAW dibawah ini

“???? ???? ??????? ?????? ???? ???? ????????? ?????? ???????? ???????????”

?? ???? ?????? ?? ??? ??????? ??? ??? ???? : ????? ?????? ?? ????? ????? ????? ?? ????? ??? ??????? ?????? ?? ???????? ??? ?????? ??? ??????? ???? ?????? ??? ??? ????????? ???? ??? ???? ??????? ??? ??? ????? ?????? (??? ?????? – ? 3 / ? 459-460)

Berapa banyak diantara orang orang yang mengerjakan puasa yang tak memperoleh dari puasanya itu melainkan lapar dan haus saja. Sebaliknya puasa yang paling sempurna ltu ialah dengan mencegah seluruh anggota badan dari sesuatu yang di benci Allah swt. Maka sepatutnyalah untuk memelihara mata dari pandangan apa yang dibenci Allah, menjaga lisan dari perkataan yang tak berguna, dan menjaga telinga dari mendengarkan sesuatu yang diharamkan Allah, karena sesungguhnya yang mendengarkan sama dengan yang berbicara, yaitu merupakan sesuatu dari perbuatan ghoibah. (ngrasani orang lain). Demikianlah hendaknya kamu menjaga semua anggota badan sebagaimana menjaga perut dan kemaluan.

Selanjutnya dalam satu riwayat Nabi bersabda

?????? ?????????? ?????????? ???????????? ?????????? : ????????? . ???????????? . ?????????????? . ???????????? ?????????? . ??????????? ?????????? .

Lima perkara yang dapat membatalkan orang yang berpuasa berdusta, gi’bah (membicarakan keburukan orang) mengadu domba, bersumpah palsu dan memandang dengan SYAHWAT.

?????? ???? ???? ????????? ?????? ?????????

Tiada sesuatu baginya (dari berjaga-jaga) ltu melainkan menahan-nahan tidur saja.

Kiranya terang dan jelaslah bahwa berpuasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja sepanjang hari ataupun selama sebulan, dalam bulan Romadhon, melainkan terutama memelihara diri dari perbuatan yang tercela dengan seluruh anggota badan dan sebaliknya memperbanyak amalan amalan yang baik.

JANGAN HENTI PADA LATIHAN SAJA :

Sudah tentu bukan maksud puasa itu hanya menahan diri dari perbuatan perbuatan yang tercela dan melakukan amal-amal baik itu selama satu bulan saja, melainkan agar perbuatan perbuatan tadi melalui berpuasa sebagai REFRESHING COURSE dapat tumbuh dan mendalam menjadi sifat SELF CONTROL (penguasaan diri), yg merupakan dasar dan BUDI LUHUR atau ACHLAK YANG MULIA, dan bukankah suatu tugas penting dari Nabi kita untuk menyempurnakan adalah yang demikian itu?

???????? ???????? ??????????? ????????? ????????????

Sesungguhnya aku dibangkitkan guna menyempurnakan ahlak yg mulia. (riwayat Ibnu Sa’ad Al Hakim dan Al Baihaqi dan Abu Hurairah) lih. ’Kelengkapan tarikh nabi saw’ oleh munawar cholil hal: 136.

Perhatikan pula do’a nabi SAW

?????????? ?????????? ???????? ?????????? ????????

Wahai tuhan! Engkau telah membaguskan kejadiaanku, maka baguskanlah oleh engkau budi pekertiku. (Riwayat Ibnu Hibban Dan Ibnu Mas’ud Ra Dan Ahmad Dari Siti Aisyah RA).

sebenarnyalah! Budi pekerti, ahlak atau moral merupakan faktor penting, bahkan terpenting dari pada hidup dan kehidupan manusia. Apa arti badan jasmani yang sehat serta rupa yang bagus atau catik, sekalipun dilengkaipi dengan otak yang cerdas, ditambah lagi dengan harta kekayaan dan ke kuasaan, tetapi. …….TANPA AHLAK, atau bejat moralnya. Manusia, yang demikian hanya merugikan dirinya sendiri dan berbahaya bagi masyarakat.

INTELEGENSI DAN MORAL :

Memang orang pintar belum tentu sekaligus budinya baik. Kecerdasan otak (INTELEGENSI) tidak selalu diikuti dengan keluhuran budi. Tentang hal ini baiklah kita perhatikan tulisan Dr. CG. Yung, dalam “PSYCHOLOGI EN OPVOCDING” hal 179-180 a.l.: ”… de outwikkeling der BEGAAFDI-IEIP is waak niet in overcenstemming met de rijpheid der verdere personlijkheid,en, vaak heefl men de indruk det de scheppende persoonlijkheid gracit TEN KOSTE VAN de humane. Vaak bestaat zelfs (zulk), cen tureenpalt tussen het genic en zijn humaniteit.. .Wat is tenslotte em grole INTELLIGENTIE bij MORELE MINDERHAARDIG HElD.” (…perkembangan KECERDASAN kerapkali tidak sesuai dengan kematangan kepribadian selanjutnya, dan kerab kali kita mendapat kesan bahwa kepribadian (kemampuan untuk) mencipta berkembang dengan MERUGIKAN segi kemanusiaannya, bahkan sering kali pula terdapat persimpangan antara kejernian dan perikemanusiaan . . . pada akhirnya apa arti KECERDASAN yang TINGGI kalau disertai KERENDAHAN MORAL.)

Selanjutnya Yung mengatakan: ”… begaaf heid is slechts don van waarde) wanreer de verdere persoonlijheid in zovere elijke tred met haar kendl,dai ‘t taleut ook NUTTIG aange .endkan warden,Een sekoppend vermogen ban jamergenoeg ook even goed DESTRUCTIEVE gevolgen habben. Of het de GOEDE of te VERKEERDE hant uitgaat daar over BESLIST ILLEEN DE MORE ZE PERSOONLIJKHEID”. (…… serba bakal itu baru mempunyai nilai apabila perkembangan kepribadian selanjutnya seimbang dengannya, sehingga sebaiknya bakal itu dapat dilanjutkan (dipergunakan) secara menguntungkan/BERMANFAAT. Tenaga mencipta sayang sekali dapat juga memberi akibat yang DISTRUKTIF/membinasakan. Apakah akan menjurus kearah yang baik atau kearah yang salah, HANYA KEPRIBADIAN MORALLAH YANG MENENTUKAN).

Kiranya lebih daripada terang betapa pentingnya budi pekerti atau moral itu, dan oleh karena perkembangan intelegensi tidak selalu pararel dengan perkembangan moral maka tidak WAJARLah kalau kita hanya menuntut ILMU PENGETAHUAN semata. Maka perlu dan wajiblah kita menuntut pendidikan ahlak. Ahlak atau budi pekerti adalah soal nilai2 rohaniah yang tak dapat kita serahkan pada AKAL semata (lih. kembali pernyataan B. RUSIEL). Karenanya pendidikan ahlak harus melalui ajaran AGAMA. Dasar ahlak adalah PENGUASAAN DIRI, dan latihan yang berat tetapi efektif untuk mencapai penguasaan diri adalah BERPUASA. Itulah pentingnya berpuasa.)

PENDAPAT CRAWFORD:

Dan pentingnya berpuasa ini a.l. diakui juga oleh Crawford yang menulis “Men kan gemakkelijk de uitwas sen critisceren,die tron – wens bij elk uitgewerkt vasten rituiel 2ijn op te merken duch het EEN MAAND LANG VASTEN stelt toch een cisch aan den WIL van den gelooirgc dic NIET ZONDER INVLOED is”. (Orang dapat saja mengeritik kekeliruan2 yang timbul yang memang biasa terdapat pada peraturan tentang berpuasa yang terperinci. Akan tetapi berpuasa SATU BULAN itu sudah tentu merupakan ujian bagi KEMAUAN simu’min, yang tentu MEMBERI – PENGARUH YANG BAlK terhadapnya). Lih. ”ZENDING LICHT OP DEN, ISLAM” Lindenborn,hal;71-72.

PENGUJIAN KEMAUAN:

Psychologi atau ilmu jiwa mengajarkan bahwa salah satu unsur pokok dalam jiwa ialah KEMAUAN (iradah) disamping FIKIRAN dan RASA(wij deken, gevoel). Ketiga unsur itu harus dikembangkan dan dilatih agar memperoleh daya fikir yang tinggi, rasa yang luhur dan kemauan yang keras.

Menurut LCT BIGOT “Wie De Wil opvocden wil,moel mv bed uitoefenen op de MOTIEVEN die voor en tegen de daad zijn. Hij mout de ZEDELIJKE en REDELIJKE versterken en de andere verzwakken. DE hindery moeten leren wat good en kwa ad is;hun geweten moet werden gevormd ten gevolge waarvan, de WILSBESLISSING in ZEDELIJKE zin han uitvallen”. (Siapa hendak mendidik KEMAUAN, harus mempengaruhi alasan alasan (pertimbangan pertimbangan yang membenarkan ataupun yang menolak suatu tindakan. Ia harus memperkuat pertimbangan yang berdasarkan MORAL dan AKAL SEHAT, sedangkan pertimbangan lainnya hendaknya diperlemah. Anak2 harus dipelajari mana yang baik dan mana yang buruk. Pengertian/kesadaran tentang baik dan buruk (hati nurani) harus dibentuk/dibina, sehingga keputusan yang ditentukan KEMAUAN itu merupakan keputusan yg bernilai moral). lih “Het Kind”

RINGKASNYA:

  1. Kemauan merupakan unsur pokok dalam jiwa, dapat dan harus dikembangkan dengan latihan2.
  2. Latihan berupa mengambil satu keputusan terhadap suatu tindakan, akan mengamalkan atau menolak. Ini merupakan PENGUJI.
  3. Untuk itu diperlukan alasan2/pertimbangan2.
  4. Tindakan hendaknya diambil berdasarkan pertimbangan2 moral.

Bagi kita orang Islam moral yang baik adalah moral Agama. Moral yang diajarkan agama kita yakni berdasarkan IMAN. Tentang PENGUJI disebutkan tadi; suatu tindakan atau perbuatan yang terhadapnya harus diambil keputusan mengamalkan atau menolak perbuatan itu, keduanya berdasarkan pertimbangan moral. Mengingat yang demikian ini maka semua perintah dan larangan2 dalam syarak agama berfungsi sebagai PENGUJI, termasuk BERPUASA.

Jelasnya, terhadap penguji (berpuasa) kita harus mengambil keputusan MAU atau TIDAK?

Tanpa pertimbangan berdasarkan MORAL (moral agama berlandaskan IMAN) tentu keputusan kita jatuh tidak mau. Demikian juga kalau kita sedang mengerjakan PUASA, kita dihadapkan kepada bermacam2 PENGUJI:

  1. Ikut bapak kepala tourne, bapak tidak berpuasa atau terus berpuasa ataukah ikut bapak berbuka saja?
  2. Ada tamu2 datang, famili dari jauh membawa makanan yg enak dan segar para tamu tidak berpuasa karena musafir, bagaimana terus berpuasa atau turut menyantap saja?
  3. Berkumpul dengan teman2, ngobrol, bergaibat, turut bergaibat atau.. .dsb2.

Itulah sebabnya berpuasa merupakan latihan yang paling etektif untuk penguasaan diri, penguatan kemauan dan iman guna pembinaan MORAL.

KESIMPULAN KESIMPULAN

  1. Seperti tersebut tadi, berpuasa merupakan training yang berhasil (efektif dan efesien) untuk pembinaan kepribadian yang bermoral.
  2. Berpuasa karena ikut2an, sekedar menyesuaikan diri dengan keadaan setempat, tak ada harganya karena tidak mengandung nilai2 moral (iman) sesuai dengan hadits Nabi SAW. “Ganjaran” berpuasa semacan ini adalah LAPAR dan DAHAGA.
  3. Orang Islam yang meninggalkan puasa RAMADHON padahal, badannya sehat, dan tanpa uzur menurut syarat agama sebenarnya menunjukkan LEMAH IMAN, LEMAH KEMAUAN, kurang mempergunakan AKAL SEHAT dan PERTIMBANGAN MORAL. Sebaliknya menurutkan HAWA NAFSU dan ditipu daya SYAITAN. Hendaknya manusia yang semacam ini diperingatkan dengan firman ALLAH:

|M÷?uätsùr& Ç`tB x?s?ªB$# ¼çmyg»s9Î) çm1uqyd ã&©#|Êr&ur ª!$# 4?n?tã 5Où=Ïæ tLsêyzur 4?n?tã ¾ÏmÏèøÿx? ¾ÏmÎ7ù=s%ur ?@yèy_ur 4?n?tã ¾ÍnÎ?|Çt/ Zouq»t±Ïî `yJsù Ïm?Ï?öku? .`ÏB Ï?÷èt/ «!$# 4 ?xsùr& tbr㍩.x?s? ÇËÌÈ

Adakah engkau lihat yang mengambil hawa nafsunya sebagai tuhannya ? (S.45 ayat;23)

÷?É9ô¹$#ur y7|¡øÿtR yìtB tûïÏ%©!$# ?cqããô?t? Næh­/u? Ío4ry?tóø9$$Î/ ÄcÓÅ´yèø9$#ur tbrß??̍ã? ¼çmygô_ur ( ?wur ß?÷ès? x8$uZø?tã öNåk÷]tã ß??̍è? spoY?Î? Ío4qu?ysø9$# $u?÷R??9$# ( ?wur ôìÏÜè? ô`tB $uZù=xÿøîr& ¼çmt7ù=s% `tã $tR̍ø.Ï? yìt7¨?$#ur çm1uqyd ?c%x.ur ¼çnãøBr& $WÛãèù ÇËÑÈ

Dan jangan kamu turut orang yang telah kami lalaikan hatinya dari mengingat kami dan diikutinya keinginan hawa nafsunya dan pekerjaannya adalah diluar batas. (S, Al Kahfi Ayat ;28)

$¨Br&ur ô`tB t$%s{ tP$s)tB ¾ÏmÎn/u? ?ygtRur }§øÿ¨Z9$# Ç`tã 3?uqolù;$# ÇÍÉÈ ¨bÎ*sù sp¨Ypgø:$# }?Ïd 3?urù’yJø9$# ÇÍÊÈ

Adapun orang yang takut akan kebesaran tuhannya dan menahan dirinya dari hawa nafsu maka sesungguhnya taman (surga) tempat kembalinya. (S. Al-Nazi’at, 79: 40-41)

D.5     PERGI HAJJI KE BAITULLAH

BUKANNYA MANA SUKA:

Kiranya masih ada (banyak) diantara, kita yang beranggapan bahwa ibadah hajji itu bukan tugas yang wajib, melainkan yang bersifat MANA SUKA dalam arti kalau ingin berangkat boleh pergi, kalau belum ada keinginan ya tinggal saja dirumah walaupun syarat2 UNTUK PERGI SUDAH CUKUP. Anggapan yang demikian ini sudah tentu tidak benar, mengingat keterangan2 dibawah ini:

Ïm?Ïù 7M»t?#uä ×M»uZÉit/ ãP$s)¨B zO?Ïdºtö/Î) ( `tBur ¼ã&s#yzy? tb%x. $YYÏB#uä 3 ¬!ur ?n?tã Ĩ$¨Z9$# kÏm ÏMøt7ø9$# Ç`tB tí$sÜtGó?$# Ïmø?s9Î) Wx?Î6y? 4 `tBur txÿx. ¨bÎ*sù ©!$# ;ÓÍ_xî Ç`tã tûüÏJn=»yèø9$# ÇÒÐÈ

Wajiblah atas manusia, karena Allah, mengerjakan hajji ke ba itullah, jika kuasa pergi kesana. (S. All Imron ayat;97)

bÏi?r&ur ?Îû Ĩ$¨Y9$# Ædkptø:$$Î/ ??qè?ù’t? Zw%y`Í? 4?n?tãur Èe@à2 9ÏB$|Ê ?úüÏ?ù’t? `ÏB Èe@ä. ?dksù 9,?ÏJtã

Dan syiarkanlah diantara manusia tentang wajib hajji. (S. Alhaj ayat;27).

Nabi bersabda:

???????? ??????? ????? ????? ?????? ?????????

Hajji itu (wajib) satu kali saja, siapa yang menambahnya maka ltu hanya sunnah (Riwayat Ahmad).

Jelasnya, bahwa pergi hajji itu bukannya MANA SUKA, melainkan merupakan suatu kewajiban, yang harus ditunaikan oleh orang-orang yang kuasa (mampu) untuk pergi kesana (BAITULLAH). Memang perkataan KUASA ini dalam hubungannya dengan hukum WAJIB menimbulkan berbagai macam pendapat; diantaranya para ulama’ terlalu panjang jika diuraikan dalam kitab “PENGANTAR” ini. Tentang arti kuasa berikut ini saya kutibkan. secara singkat pendapat SYEH IBRAHIM al JABALI seorang maha guru dari UNIV. AL AZHAR di KAIRO, pada “Faculty of Principles of Religion”, sebagai mana dikutip dalam al Qur’an, tafsirnya Z.A Abbas Cs jUZ IV hal;61-62,sbb:

ARTI “KUASA” PERGI HAJJI

“Adapun syarat syarat hajji itu ada 6 yaitu: Islam, Baligh, Berakal, Merdeka, KUASA dan aman jalan. KUASA itu artinya kuasa atas musafir, serta ada bekal dan kendaraan selain ada nafkah bagi orang yang dinafkahinya. Tidak wajib berhutang bagi orang yang mengerjakan hajji. Apabila tidak cukup syarat syarat pergi hajji, tetaplah wajib hajji itu dalam ZIMMAH (tanggungan) orang itu. Kata setengah para ulama’ wajib menunaikan hajji dengan SEGERA bagi orang tadi. Kata setengah ulama yang lain wajib dengan BERTEMPO, tempo kelapangan sampai tahun berikutnya. Menurut pendapat ini (yang bertempo) sekiranya ada orang yang KUASA pada suatu tahun untuk pergi hajji, tetapi tidak pergi, kemudian ia tidak KUASA lagi untuk pergi, sehingga mati, maka adalah ia DURHAIKA . Maka dari itu wajib lah SEGERA pergi bagi orang yang kuasa. Kesitulah ditanggungkan sabda Nabi saw:

???????? ?????? ???? ??????????

Hajilah kamu sekalian sebelum kamu diikejutkan dengan hujan.

Demikianlah SYEH IBRAHIM al JABALI

HAJJI SUDAH LAMA SEBELUM ISLAM

¨bÎ) tA¨rr& ;Mø?t/ yìÅÊãr Ĩ$¨Y=Ï9 ?Ï%©#s9 sp©3t6Î/ %Z.u?$t7ãB ?Y?èdur tûüÏJn=»yèù=Ïj9 ÇÒÏÈ

Sesungguhnya rumah yang pertama didirikan (untuk berbadah) bagi manusia ialah yang di bakkah (makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. (S.3 ayat;96)

ø?Î)ur $uZù=yèy_ |Mø?t7ø9$# Zpt/$sWtB Ĩ$¨Z=Ïj9 $YZøBr&ur (#rä?Ï?ªB$#ur `ÏB ÏQ$s)¨B zO¿Ïdºtö/Î) ?~?|ÁãB ( !$tRô?Îgtãur #?n<Î) zO¿Ïdºtö/Î) ?@?Ïè»yJó?Î)ur br& #tÎdgsÛ zÓÉLø?t/ tûüÏÿͬ!$©Ü=Ï9 ?úüÏÿÅ3»yèø9$#ur Æì?2?9$#ur Ï?qàf¡9$# ÇÊËÎÈ

Dan ketika kami jadikan rumah itu (baitullah) tempat perkunjungan bagi manusia dan tempat aman sentausa dan ambillah maqom (tempat) ibrohim jadi tempat shalat; dan kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail supaya mensucikan rumahku untuk orang yang bertawaf yang beribadat, ruku’ dan sujud. (Al-Baqarah, 2: 125)

Dari ayat tadi dapat difahami, bahwa ibadah haji sebenarnya sudah lama sebelum Islam, dikerjakan orang-orang arab tiap tahun sejak Nabi IBRAHIM dan NABI ISMAIL as. Hanya saja sesudah kedua Nabi ini cara ibadah haji itu dilakukan orang kian lama kian berobah bahkan menyimpang, terbukti dengan adanya beraneka berhala (patung patung) didalam dan diluar Ka ‘bah.

PEMURNIAN KEMBALI

Maka dari itu dengan lahirnya agama Islam yang dibawakan Nabi MUHAMMAD SAW, Ibadah haji yang sudah jauh menyeleweng dari azas yang sebenarnya diperbaharui dan dimurnikan kembali dengan menghapuskan SYIRIK. yang merupakan dosa yang amat besar itu. Maka dari itu bagi umat Islam yang mengerjakan haji disunnahkan membaca :

????????? ?????????? ????????? ? ????????? ??? ???????? ???? ????????? ?

????? ????????? ????????????? ???? ??????????? ??? ???????? ????

Kujunjung Ya Allah, Kujunjung Tak Ada Sekutu Bagi Engkau. Kujunjung Sesungguhnya Segala Puji Dan Nikmat Kepunyaanmu Dan Kerajaan Seluruhnya. Tak Ada Sekutu Bagimu.

Tidak boleh tidak Tuhan itu harus dan pasti satu tunggal, tegasnya MAHA ESA, tanpa sekutu. Sebab Dia maha kuasa dengan kekuasaan mutlak absolut. Kalau Tuhan bersekutu artinya ada Tuhan yang lain (yang ke2, ke3 dst) tentu Tuhan tuhan itu mempunyai daerah dan wewenag masing masing, sehingga Tuhan yang kesatu tidak lagi MAHA KUASA. Apalagi Tuhan Tuhan yang lainnya. Kalau alam semesta serba teratur ini dikuasai dan diatur oleh lebih satu Tuhan tentu alam ini akan hancur, karena masing masing Tuhan akan mengaturnya dengan cara dan Irodahnya sendiri.

Keadaan yang serba teratur, sebagaimana yang kita  lihat sekarang ini menunjukan adanya satu DZAT yang maha pengatur, bukan saja maha pengatur melainkan juga Maha Pencipta, yang menjadikan, yang memelihara, memimpin, mengatur; ringkasnya, menguasai secara MUTLAK alam semesta ini, langit dengan isinya, bumi dengan isinya, termasuk manusia seluruh manusia yang mati, yang hidup, tak pandang bangsa, warna kulit, kepercayaan/agama, bahkan yang mengingkariNya (atheis), dan yang menyekutukanNya (Musyrik), takkan terlepas dan kekuasaan Tuhan yang maha Esa itu.

Sebagai akibat wajar saja dari kemahaESAan dan keMAHA PENGATURAN Tuhan maka telah diutusNya manusia2 pilihanNya kepada golongan2 manusia besar kecil, yaitu para Nabi dan Rosul, dengan pokok PERINTAH YANG SAMA, yaitu menyeru golongan atau kaumnya untuk menyembah TUHAN YANG MAHA ESA.

Kepada Nabi MUSA dan Nabi HARUN as Tuhan memerintahkan:

$u?Ï?ù’sù ?cöqtãöÏù Iwqà)sù $¯RÎ) ãAqß?u? Éb>u? tûüÏJn=»yèø9$# ÇÊÏÈ

Maka pergilah kamu berdua kepada Firaun dan katakan “sesungguhnya kami ini utusan Tuhan alam semesta” (S.As Syu’aro ; 16)

Selanjtnya Musa berkata bahwa Tuhan itu ialah:

>u? ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö?F{$#ur $tBur !$yJßgoYø?t/ ( bÎ) LäêZä. tûüÏZÏ%q?B ÇËÍÈ

Tuhan pemimpin langit dan bumi dan semua yang ada diantara keduannya. (Asy-Syu’ara ayat 24)

ö/ä3?/u? >u?ur ãNä3ͬ!$t/#uä tûüÏ9¨rF{$# ÇËÏÈ

Tuhan kamu dan bapa2 kamu yang dahulu kala (Asy-Syu’ara ; 26).

tA$s% >u? É-Î?ô³yJø9$# É>̍øóyJø9$#ur $tBur !$yJåks]ø?t/ ( bÎ) ÷LäêZä. tbqè=É)÷ès? ÇËÑÈ

Tuhan timur dan barat dan semua ada diantara keduanya kalau kamu mau mengerti. (Asy-Syu’ara ayat 28)

Namun Fir’aun yang takabur itu tak mau percaya dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Begitu pula perintah Tuhan kepada Nabi Ibrahim yang diutusnya kepada kaumnya yang menyembah berhala. Nabi Ibrahim berkata kepada kaumnya termasuk ayahnya sendiri:

öNåk¨XÎ*sù Arß?tã þ?Ík< ?wÎ) ¡>u? tûüÏJn=»yèø9$# ÇÐÐÈ ?Ï%©!$# ÓÍ_s)n=yz uqßgsù ÈûïÏ?öku? ÇÐÑÈ ?Ï%©!$#ur uqèd ÓÍ_ßJÏèôÜã? ÈûüÉ)ó¡o?ur ÇÐÒÈ #s?Î)ur àMôÊ̍tB uqßgsù ÉúüÏÿô±o? ÇÑÉÈ ?Ï%©!$#ur ÓÍ_çG?ÏJã? ¢OèO ÈûüÍ?øtä? ÇÑÊÈ ü?Ï%©!$#ur ßìyJôÛr& br& tÏÿøót? ?Í< ÓÉLt«ÿ?ÏÜyz uQöqt? ÉúïÏe$!$# ÇÑËÈ

Sesungguhnya berhala-berhala itu musuh bagiku, kecuali Allah Tuhan semesta alam. Dia yang menciptakan dan yang memimpinku dan Dia yang memberiku makan dan memberi minum aku dan apabila aku sakit dialah yang mengobatiku, dan dia yang mematikanku, kemudian dia pula yang menghidupkan aku kembali dan dia yang sangat kuharapkan akan mengampuni kesalahanku pada hari pembalasan. (Asy-Syu’ara ayat 77 – 82).

Demikian pula inti sari perintah Tuhan kepda Nabi2 yang lain NUH, HUD SHALEH, SU’AIB.

ôMt/¤?x. ãPöqs% ?yqçR tûüÎ=y?ößJø9$# ÇÊÉÎÈ ø?Î) tA$s% öNçlm; óOèdqäzr& îyqçR ?wr& tbqà)­Gs? ÇÊÉÏÈ ?ÎoTÎ) öNä3s9 îAqß?u? ×ûüÏBr& ÇÊÉÐÈ (#qà)¨?$$sù ©!$# Èbqãè?ÏÛr&ur ÇÊÉÑÈ

Ketika saudara mereka hud berkata tidakkah kamu takut kepada Allah? Sesungguhnya aku ini utusan tuhan yang dapat dipercayai kepada kamu. Sebab itu takutlah kepada Allah dan ikutilah aku (Al-Syu’ara, 26: 105-108)

Juga Nabi ISA AS, yang kemudian oleh umatnya (Umat kristen sampai sekarang) dianggap sebagai ANAK TUHAN, sebenarnya dari Allah mendapat perintah pokok yang sama) Nabi ISA berkata:

$]%Ïd?|ÁãBur $yJÏj9 ?ú÷üt/ £?y?t? ?ÆÏB Ïp1u?öq­G9$# ¨@ÏmT{ur Nà6s9 uÙ÷èt/ ?Ï%©!$# tPÌhãm öNà6ø?n=tæ 4 /ä3çGø¤Å_ur 7pt?$t«Î/ `ÏiB öNà6În/§? (#qà)¨?$$sù ©!$# Èbqãè?ÏÛr&ur ÇÎÉÈ ¨bÎ) ©!$# ?În1u? öNà6?/u?ur çnrß?ç6ôã$$sù 3 #x?»yd ÔÞºu?ÅÀ ÒO?É)tGó¡?B ÇÎÊÈ

Dan aku datang kepada kamu dengan keterangan dari tuhan kamu. Dari sebab itu takutlah kepada Allah dan ikutilah aku se sungguhnya Allah itu tuhanku dan tuhan kamu sekalian. Maka dari itu sembahlah dia, itulah jalan yang lurus. (S Al Imran 50-51)

Malahan dalam Injil sendiri (Matius 4 ayat 10) ada disebutkan ‘Lalu kata YESUS kepadanya: “Enyalah engkau dari sini wahai iblis, karena telah tersurat hendaklah engkau menyembah ALLAH, Tuhanmu dan beribadat HANYA KEPADANYA SAJA (lih. “Tafsir AL Qur’an Haji Zainudin Hamid dan Fachrudin. hal 164 footnote).

SEKALI LAGI TAUHID

Agak berpanjang kiranya uraian diatas mengenai PERINTAH POKOK TUHAN kepada para Nabi dan rasul tiada lain untuk menekankan, betapa pentingnya bagi agama masalah TAUHID, yakni mengESAkan Tuhan, menyembah kepada Tuhan yang Tunggal, tanpa sekutu tanpa anak, The oneness of God, alone, without partner associate or son, Tanpa tauhid ini gugurlah Islam itu sendiri. Sebab Islam berarti PENYERAHAN DIRI, yakni penyerahan diri sepenuhnya (manusia) kepada qodrat dan iradat ILLAHI (Al Islam means “THE SURRENDERi.e man’s surrender to god’s will purpose. Picthall dalam The meaning of the GLORIUS KOR’AN.

Sebaiknya dengan iman dan tauhid manusia pantang mundur dalam menghadapi kesulitan dan penderitaan betapapun untuk menunaikan tugas hidup sesuai dengan ajaran Tuhan Yang Maha Esa. Apalagi para Nabi didalam menunaikan perintah Illahi.

Telah disinggung diatas tentang Nabi Musa, yang hanya berdua dengan Nabi Harun. Pantang surut dalam menghadapi Fir’aun yang kejam, berkuasa dan mempunyai tentara yang kuat. Ingat Nabi Ibrahim betapa patuh tanpa reserve dalam menunaikan tugas yang luar biasa untuk … menyembelih putranya sendiri, dan demikian pula Nabi Ismail yang ikhlas untuk disembelih.

Ingat Nabi kita, bukankah beliau sejak permulaan telah diejek, dihina, disakiti sampaipun diancam akan dibunuh bahkan sampai terpaksa berhijrah, kemudian menghadapi peperangan. Namun dengan TAUHIDnya beliau maju terus dan akhirnya HAJI dapat dimurnikan kembali, Ka’bah bersih dari berhala2, Mekkah ditaklukkan, golongan2 dan suku2 bangsa dipersatukan dan terbentuklah masyarakat yang penuh dengan IMAN TAUHID, TAQWA. Maka menggemalah tiap musim haji alunan suara:

????????? ?????????? ????????? ? ????????? ??? ???????? ???? ????????? ?

????? ????????? ????????????? ???? ??????????? ??? ???????? ????

Sebagai mana telah diterangkan dimuka, sekarang marilah kita ikuti keterangan dalam Quran mengenai tugas haji ini:

kptø:$# ֍ßgô©r& ×M»tBqè=÷è¨B 4 `yJsù uÚtsù  ÆÎg?Ïù ¢kptø:$# ?xsù y]sùu? ?wur ?XqÝ¡èù ?wur tA#y?Å_ ?Îû Ædkysø9$# 3 $tBur (#qè=yèøÿs? ô`ÏB 9?öyz çmôJn=÷èt? ª!$# 3 (#rß?¨rt?s?ur  cÎ*sù u?öyz Ï?#¨?9$# 3?uqø)­G9$# 4 Èbqà)¨?$#ur ?Í<’ré’¯»t? É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÐÈ

Haji itu dalam bulan bulan yang dimaklumi. Barang siapa yang telah mewajibkn dirinya haji dalam bulan itu, janganlah ia melakukan rafats (bersetubuh) mengerjakan kefasiqan (maksiat) maupun perbantahan dalam waktu haji ltu. Perbuatan baik yang kamu lakukan niscaya diketahui Allah. Dan berbekalah kamu sesungguhnya perbekalan yang sebaik baiknya adalah taqwa dan takutlah kepadaku, wahai orang-orang yang berakal (Al-Baqaarah, 2: 197)

Bulan bulan haji yang dimaklumi itu ialah: Bulan Syawal, Dzuka’idah dan Dzulhijah. Bulan bulan ini tidak selalu bertepatan dengan musim2 tertentu (musim panas atau gugur, musim dingin atau semi). Lain halnya dengan bulan2 masehi, karena tahun masehi adalah tahun senja. Berhubung dengan itu orang wajib haji tidak dapat dengan semaunya saja merencanakan waktu hajinya sesuai dengan musim yang diingininya.

HAJI BUKAN PARIWISATA ATAU PICNIC

Memang pergi haji bukanlah berpariwisata atau picnic. Pariwisatawan dapat juga menyesuaikan perjalanannya dengan musim yang dikehendakinya dinegeri negeri yang akan dikunjungi. Tempat yang akan didatangipun (keindahan alam, bangunan bangunan yang mengagumkan, atau yang bersejarah dst) dapat ia memilihnya. Sedangkan haji adalah tugas agama, karenanya ada syarat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

  1. Mengenai waktu harus dalam bulan bulan haji yang sudah ditentukan itu, tak pandang musim.
  2. Tempat: ada tempat tertentu yang harus didatangi, guna melaksanakan tugas/upacara yang tertentu pula (Ka’bah).
  1. Dan tempat ini bukanlah semacam Selecta, Danau Toba, Borobudur, Menara Eifel, Air terjun Niagara dsb.
  2. Larangan: Dilarang mengerjakan Rofas, berpakaian semaunya.
  3. Peraturan peraturan (manasik): Ihram, Tawaf, sa’i, wukuf, dsb.

MENYEMPURNAKAN Surat Al Baqoroh 196 menyebutkan HAJI:

(#q?JÏ?r&ur ¢kptø:$# not÷Kãèø9$#ur ¬! 4 …

… dan sempurnakan haji dan umrah dst.

Menurut sebagian tafsir yang dimaksud dengan “menyempurnakan itu” sempurna lahir maupun batin. Sempurna lahir yakni: mengerjakan semua manasiknya (peraturan), dan sempurna batin: mengikhlaskan semua amalan amalan itu kepada Allah SEMATA, bukan karena lainnya, seperti ingin mendapat nama atau gelar haji, atau ingin dipuji dan lain sebagainya. Kalau RIA (ingin dipuji) ini yang menjadi tujuan pergi haji yang ABROR, bahkan menjadi dosa bagi yang mengerjakannya.

MANFAAT YANG DAPAT DICAPAI :

Kalau diperhatikan peraturan peraturan (manasik) yg harus ditaati, larangan yang harus dijahui, dan perjalanan ke BAITULLAH yang (pada umumnya) jauh, hingga membawa konsekwensi2 materiil dan moril, maka dapat difaham, bahwa ibadah haji itu tentu mengandung manfaat lahir dan batin, manfaat bagi kehidupan didunia dan akhirat:

  1. Dengan bertemunya berbagai suku bangsa dan timur dan barat, dengan maksud tujuan sama, dapat diharap timbulnya rasa persatuan dan PERSAUDARAAN bagi umat (uchuwah Islamiyah).
  2. Mereka dapat saling memberi pelajaran dan keuntungan, karena pengalaman, pengetahuan dan kecakapan mereka berbeda.
  3. Buka juga kesempatan untuk berdagang, dengan catatan bahwa tujuan utama tetap beribadai haji, dengan mengingat ayat:

}§ø?s9 öNà6ø?n=tã îy$oYã_ br& (#qäótGö;s? WxôÒsù `ÏiB öNà6În/§? 4 …

Tak menjadi dosa bagi kamu, bahwa kamu menutut karunia, dari tuhan kamu. (Al-Baqarah, 2: 198)

  1. Bagi para pemimpin Islam ada kesempatan untuk bermusyawarah untuk kepentingan agama, yang mengenai urusan keakhiratan maupun urusan duniawi. Sebab Islam memang mempunyai DWIFUNGSI: untuk dunia dan akhirat. Penjelasan, lebih lanjut untuk ini lihat dibelakang.
  2. Mempertebal rasa keagamaan dan keTUHANAN, bukanlah melepaskan pakaian yang bersifat pamer serba indah (mewah, dan menggantikannya dengan pakaian (bagi pria) yang hanya terdiri dari kain yang sederhana saja tanpa berjahit, yang mengingatkan kepada kain kafan pembungkus mayit, menimbulkan rasa HINA SERBA LEMAH TAK BERDAYA terhadap ke MAHA KUASA dan KEBESARAN Tuhan yang kita sembah?
  3. Demikian pula pakaian pakaian serba sama (sama dalam kesederhanaan bukan dalam keindahannya) dikenakan oleh beribu ribu manusia di tengah tengah padang pasir yang jauh dari ke indahan alam seperti kebun raya bogor, ladang beraneka, bunga di Nederland, menghilangkan rasa perbedaan, yang biasanya menonjol antara kedudukan sikulit putih dan sikulit berwarna, sikaya dan simiskin, sipenguasa dan si rakyat jelata, sibapak pemimpin dan yang dipimpin, simajikan dan buruh dsb. Padahal dalam pandangan Tuhan perbedaan tingkat insan hanya terletak pada keTAQWAannya:

$pk??r’¯»t? â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.s? 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© ?@ͬ!$t7s%ur (#þqèùu?$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& y?YÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ×?Î7yz ÇÊÌÈ

Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu dalam pandangan Allah ialah yang lebih bertaqwa diantara kamu (S. Al Hujurat ayat;13).

PENDAPAT SIMON:

Berhubung dengan apa yang diuraikan diatas tiada mengherankan kalau diluar pihak Islam ada juga pendapat yg secara jujur mengatakan tentang kebaikan ibadah hajji itu. Dalam “Zendings licht op den Islam” Lindenborn hal 92 dapat kita baca a.l. “Er is in de Muhammedeiansche wereld cen gevoel van RELIGIFUSE EENHEID LOT WILKS VERS – TERKING de HAJ nict het minst bijdraagt.” (Dalam dunia Islam terdapat rasa persatuan berdasarkan agama; dan dalam memperkuat rasa persatuan itu ibadah HAJJI tidak sedikit memberikan sumbangannya.)

SIMON: “Door de BEDEVAART liggen in den Islam middelpunt en onetrek zeer dicht bij ettcander. . .al len zijn door de bedevaart BESLISTE MOHAMMEDDANEN gewar – den.” (Karena IBADAH HAJJI maka didalam Islam titik Pusat dan keliling sangat berdekatan … semuanya telah menjadi pemeluk islam yang tegas berkat ibadah hajji itu).

Juga H.G.Wells tidak ketinggalan menyatakan a.l: Inthe Kor’an the limited and the ceremonial nature of the pilgrimage to mecca is stated byond the possibility of dispute and every precaution war taken by mohammad to prevent the devication of himself after his death. (Didalam Qur’an sifat terbatas dan menyangkut upacara2 dari ibadah haji ditegaskan tanpa kemungkinan timbulnya per selisihan; pun Muhammad telah mengambil segala langkah Un tuk menjaga jangan sampai dia diperTuhan sesudah wafatnya).

Selanjutnya Wells menonjolkan sifat persamaan dan persaudaraan dalam Islam dengan kata katanya: Another clement of strength lay in the insitence of Islam upon the perfect brotherhood and equality befor god of all beliveers, whatever their colour, origin or status. (Suatu elemen kekuatan lainnya terletak kepada tuntutan, tegas dalam Islam terhadap persaudaraan dan persamaan yang sempurna antara semua pemeluknya dihadapan Tuhan, tanpa memandang warna kulit asal atau kebangsaan dan kedudukan) Lih. “A short history of the world “ hal 178.

PAHALA DI AKHIRAT :

Disamping manfaat manfaat yang dikemukakan diatas ada pula pahala2 yang dijanjikan untuk kelak di akhirat Nabi SAW bersabda:

????????????? ????? ??????????? ?????????? ????? ??????????? ? ?????????? ???????????? ?????? ???? ??????? ???? ???????????

Umrah dan umrah menutup dosa antara keduanya. Adapun haji, yang mabrur tak ada balasan baginya melainkan syurga.

Dalam hadist lain Rasulullah bersabda:

????????? ?????? ???????? ????????????? ???????????? ??????????? ????????? ???????????? ????? ??????? ???????? ?????? ?????????? ??????????? ???????????? ???????? ??????????? ?????????????? ??????? ?????? ??????????

Perikutkanlah antara haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana pompa api tukang besi menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Tak ada pahala bagi haji yang mabrur selain surga (diriwayatkan oleh tirmidzy, ibnu chuzaimah, ibnu hibban dalam kitab kitab sohihnya Tirmidzi mengatakan hadist ini Hasan Shohih).

MENYEMBELIH QURBAN

Didalam bulan Haji (Dzulhijah) ada beberapa QURBAN hari tertentu dimana orang menyembelih ternak untuk qurban. Hari hari itu disebut hari Nahar, yaitu tanggal 10 serta tiga hari kemudiannya yaitu hari Tasyrik.

????????????? ???? ????? ???? ???????? ????????????? ????? ??? ?????????? ???? ?????????? ????????????

Dan ( agar ) mereka menyebut nama tuhan selama beberapa hari tertentu karena tuhan telah memberikan kepada mereka binatang ternak dst. (S Haj 28 ).

ö/ä3s9 $pk?Ïù ßìÏÿ»oYtB #?n<Î) 9@y_r& ?wK|¡?B ¢OèO !$yg=ÏtxC ?n<Î) ÏMøt7ø9$# È,?ÏFyèø9$# ÇÌÌÈ

Padanya ada beberapa hari keuntungan bagi kamu sampai kepada waktu yang ditentukan, kemudian tempatnya (ternak untuk qurban) didekat rumah ( suci ) yang telah tua ( kuno ) itu (Al-Hajj ayat 33)

Dalam “The meaning of Glorius Kor’an” (Pickthall), bagian akhir ayat 33 ini diterjemahkan Sbb: And afterward they are brought for sacrifice unto the ancient house. Dan mengenai sacrifice diberi penjelasan sbb: “ the slaughter of animals far foods for the poor which is one of the ceremonies of the Muslim pilgrimage is not a propitiatory, sacrifice, but is in commemoration of the sacrifice of Abraham which marked the end of human sacrifice for the Semitic race, and which made it clear that the only sacrifice which god requires of man is the SURRENDER of his will, and purpose – i.e. Al Islam. (Penyembelihan binatang untuk makanan bagi fakir miskin, yang merupakan salah satu dari upacara upacara ibadah haji umat Islam. Bukannya suatu pengorbanan penebus dosa) melainkan untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim, yang menandakan berakhirnya pengorbanan jiwa manusia bagi bangsa SMIT dan juga merupakan penegasan bahwa satu satunya pengorbanan yang dituntut Tuhan dari pada manusia ialah PENYERAHAN KEHENDAIK DAN MAKSUD MANUSIA ITU sendiri, yakni AL ISLAM.)

Demikianlah arti penyembelihan qurban berupa domba sapi, onta atau ternak lainnya, lebih lanjut diterangkan dalam ayat berikut:

?cô?ç7ø9$#ur $yg»oYù=yèy_ /ä3s9 `ÏiB Î?ȵ¯»yèx© «!$# ö/ä3s9 $pk?Ïù ×?öyz ( (#rãä.ø?$$sù zNó?$# «!$# $pkö?n=tæ ¤$!#uq|¹ ( #s?Î*sù ôMt7y_ur $pkæ5qãZã_ (#qè=ä3sù $pk÷]ÏB (#qßJÏèôÛr&ur yìÏR$s)ø9$# §?tI÷èßJø9$#ur 4 y7Ï9ºx?x. $yg»tRö¤?y? öNä3s9 öNä3ª=yès9 tbrãä3ô±s? ÇÌÏÈ

Dan onta itu kami buat dia bagi kamu jadi sebagian tanda, suci (agama) Allah. Padanya ada kebaikan untuk kamu, sebab itu sebutlah nama Tuhanmu ketika onta onta itu dalam deratan (untuk disembelih) dan bila telah rebah makanlah sebagian dan sebagian berikanlah kepada lainnya yang tidak meminta dan yang meminta, demikianlah kami jadikan onta itu untuk keperluan kamu. Agar supaya kamu bersyukur. (Al-Hajj, 22: 36)

`s9 tA$uZt? ©!$# $ygãBqçté: ?wur $ydät!$tBÏ? `Å3»s9ur ã&è!$uZt? 3?uqø)­G9$# öNä3ZÏB 4 y7Ï9ºx?x. $ydt¤?y? ö/ä3s9 (#rç?Éi9s3çGÏ9 ©!$# 4?n?tã $tB ö/ä31y?yd 3 Î?Åe³o0ur ?úüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÌÐÈ

Takkan sampai daging darahnya kepada Tuhan; hanya yang sampai kepada tuhan adalah taqwa dari kamu. Begitulah kami jadikan onta itu untuk keperluan kamu, supaya kamu membesarkan Tuhan, karena kamu telah dipimpinnya, dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (Al-Hajj, 22: 37)

Catatan: Kata “Propitiatory sacrifice” saya terjemahkan dengan “korban untuk penebus dosa dengan dasar sbb: Menurut “Compagnes wardenboek Propitiatory Sacrifice = zoenoffer. Sedang dalam “Komen’s Verkiaren warden boek disebut Zonoffer = offer terverzoening, inz, tot zoen, vorgiffenis der zonden. Artinya korban untuk pendamaian, pengampunan  dosa dosa). Jadi propitiatory sacrifice zoenoffer = korban untuk pengampunan penebus dosa. Zoembloed= het bloed, door yejus vergoten als zoenoffer. Artinya darah yang ditumpahkan Yesus sebagai penebus dosa).

MENYEBUT-NYEBUT NAMA TUHAN:

Pada akhir tugas haji mereka diperintah menyebut-nyebut nama Tuhan sebagaimana diterangkan dalam ayat berikut:

#s?Î*sù OçGø??Òs% öNà6s3Å¡»oY¨B (#rãà2ø?$$sù ©!$# ö/ä.̍ø.É?x. öNà2uä!$t/#uä ÷rr& £?x©r& #\ò2Ï? 3 ?ÆÏJsù Ĩ$¨Y9$# `tB ãAqà)t? !$oY­/u? $oYÏ?#uä ?Îû $u?÷R??9$# $tBur ¼ã&s! ?Îû ÍotÅzFy$# ô`ÏB 9,»n=yz ÇËÉÉÈ

Apabila telah kamu selesaikan ibadah hajimu makasebut-sebutlah allah seperti kamu menyebut-nyebut bapak-bapak kamu sendiri, bahkan lebih sangat dari itu. (Surat 2:200)

Perintah ini diturunkan berhubung dengan kebiasaan dimasa Jahiliyah, yang dimasa itu sesudah menyelesaikan haji mereka hanya menyebut bapa bapak mereka untuk berbangga-banggaan karena kesombongan. Biasanya diikuti do’a untuk keduniaan semata.

Selanjutnya ayat 203 menyebutkan:

* (#rãä.ø?$#ur ©!$# þ?Îû 5Q$­?r& ;Nºy?rß?÷è¨B 4

Dan sebutlah tuhan dalam beberapa hari yang berbilang (ditentukan ).

Dalam ayat ini tak ada disebutkan dengan kata2 (lafaz) apa menyebut-nyebut Tuhan itu harus dikerjakan, dimana tempatnya dan bagaimana caranya?

Maka menurut AL MANAR: Tentang ini telah diterangkan oleh SUNNAH NABI yang menjelaskan bahwa menyebut-nyebut nama ALLAH itu dengan membaca TALBIYAH dan TAKBIR dibelakang tiap tiap sholat fardhu, ketika menyembelih qurban, melempar jamroh dll.

Menurut suatu jamaah yang merawikan dari Fadhol bin Abbas, katanya: Adalah saya dibelakang Rasulullah dari Muzdalifah hingga Mina, maka senantiasa beliau membaca TALBIYAH hingga beliau melempar jumrah AQOBAH.

Sedang Imam Ibnu Hambal dan Al Buchari meriwayatkan dari Ibnu Abbas katanya: “Nabi Muhammad SAW takbir serta melempar tiap tiap Jamrah.”

Kata mereka itu: ”Seafdhol-afdhol dzikir bagi orang haji adalah TALBIYAH, kemudian baru Takbir ketika hari ARAFAH ADHA, DAN HARI TASYRIK (Lih. Tafsir Al Qur’anul Karim Z,A Abbas Cs JUZ II hal,268).

Adapun kaifiat bacaan TALBIYAH: ????????? dst., sedangkan TAKBIR adalah

????? ???????? ????? ???????? ????? ???????? ? ??? ?????? ?????? ????? ? ????? ???????? ? ????? ???????? ?????? ?????????

Allah maha besar (3x) tak ada tuhan selain allah. Allah ma ha besar. Allah maha besar. Dan baginya segala puji.

Membaca takbir ini bukan hanya dilakukan oleh orang orang yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci saja melainkan oleh umat Islam lainnya, didesanya, dikota kota, di negeri seluruh dunia. Maka menggemalah pada hari hari haji terutama pada hari raya ‘idul adha, alunan suara berjuta juta orang Muslim dan Mukmin, memenuhi bumi, berkumandang, diudara, mengatas ke angkasa, menembus langit tinggi, semata untuk memuji KEBESARAN, KEAGUNGNGAN, KESUCIAN ILLAHI, PENCIPTA, PENGATUR alam semesta…

????? ???????? ????? ???????? ????? ????????

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.!!

??? ?????? ?????? ?????

Tiada Tuhan Selain Allah, Allah Maha Besar.

????? ???????? ?????? ?????????

Allah Maha Besar Dan Bagi Allah Segala Puji

PENUTUP IBADAH HAJI :

Sebagian penutup ibadah haji dipanjatkan doa kehadirat ILLAHI:

… ?ÆÏJsù Ĩ$¨Y9$# `tB ãAqà)t? !$oY­/u? $oYÏ?#uä ?Îû $u?÷R??9$# $tBur ¼ã&s! ?Îû ÍotÅzFy$# ô`ÏB 9,»n=yz ÇËÉÉÈ Oßg÷YÏBur `¨B ãAqà)t? !$oY­/u? $oYÏ?#uä ?Îû $u?÷R??9$# ZpuZ|¡ym ?Îûur ÍotÅzFy$# ZpuZ|¡ym $oYÏ%ur z>#x?tã Í?$¨Z9$#

Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka (Al-Baqarah, 2: 200-201)

Oleh karena berdo’a ini suatu hal yang penting, sebaiknya kita bicarakan tersendiri yakni dalam bab E berikut, karena berdo’a bukan hanya dilakukan oleh para hajji yang sudah menunaikan ibadah hajji ditanah suci, melainkan oleh tiap orang pada tiap waktu ditiap tempat untuk tiap macam kepentingan dalam kehidupari sehari hari.

Semoga uraian diatas dapat memberi pengertian seperti tentang ibadah hajji, terutama menghilangkan anggapan yang salah, seolah olah rukun Islam ke V ini adalah tugas yang LONGGAR saja, semacam MANA SUKA atau SUKARELA saja. Malahan ada pula anggapan tak usah kita berhajat-hajat pergi hajji ke MEKAH untuk bertawaf dsb. Kalau hati kita sudah bersih Baitullah itu sendiri akan datang kepada kita, dan sudah cukup dan sempurna tawaf kita secara bathin saja. Bagi yang beranggapan seperti ini perlu kiranya dikemukakan pertanyaan:

  1. Bagaimana cara mereka sebagai pemeluk Islam pengikut Muhammad mencapai hati bersih suci itu?
  1. Apakah kebersihan hatinya akan melebihi kebersihan hati Nabi, hingga mereka mengingkari ajaran dan sunnah Nabi berhajji ke Baitullah di MAKAH itu?
  2. Bagi orang Islam, sekalipun ia “Sudah bersih hatinya” dengan ilmu kebatinannya yang tinggi, mana lebih baik MENJALANKAN apa yang dicontohkan Nabi SAW daripada MENING­GALKAN dan MENGINGKARInya?
  3. Tuhan telah berfirman, bahwa semulia mulia manusia ialah yang paling taqwa. Bukankah ibadah hajji mengandung penuh ketaqwaan?

Akhirnya marilah kita renungkan sabda Nabi saw be­rikut ini:

Barang siapa mempunyai bekal dan kendaraan, te­tapi tidak pergi hajji, maka tidak memberi mudlorot akan dia mati yahudi atau nasrani. (Diriwayatkan ALI bin ABI THOLIB) Lih. “Tafsir Al Quranulkarim ” Z.A. Abbas cs, juz IV hal 63.

Print Friendly